BJB

Respon Cepat Evakuasi Warga ODGJ Bersajam ke RSJ

Respon Cepat Evakuasi Warga ODGJ Bersajam ke RSJ

KEAMANAN: Pemdes Rajeg Mulya mengevakuasi pria ODGJ yang membawa senjata tajam di Griya Artha ke RSJ Grogol. Pasien selanjutnya ditangani Dinsos DKI Jakarta.-DOK. Pemdes Rajeg Mulya -

TANGERANGEKSPRES.ID, RAJEG — Pemerintah Desa (Pemdes) RAJEG Mulya bersama instansi terkait bergerak cepat menangani seorang warga dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang kerap meresahkan masyarakat di Perumahan Griya Artha Blok J, Kecamatan RAJEG, Kabupaten Tangerang.

Pria tersebut dievakuasi setelah kedapatan sering berkeliling lingkungan membawa senjata tajam (sajam) pada tengah malam.

Sekretaris Desa (Sekdes) Rajeg Mulya, Rifaldi Fauzi Kurniawan, mengonfirmasi bahwa tindakan penanganan ini merupakan tindak lanjut atas laporan warga yang merasa terancam dengan keberadaan pasien tersebut.

"Warga melaporkan ODGJ ini sering keluar rumah di atas jam 12 malam sambil membawa senjata tajam. Kami langsung berkoordinasi dengan tim kesehatan dan pihak kecamatan hingga disepakati untuk membawa pasien ke rumah sakit jiwa," tutur Rifaldi, kemarin.

Proses evakuasi yang dilakukan pada hari Kamis tersebut berjalan lancar. Setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Soeharto Heerdjan, Grogol, pihak rumah sakit menyatakan pasien sudah diperbolehkan pulang.

Sebagai penanggung jawab penanganan, Rifaldi kini tengah berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tangerang dan Dinsos DKI Jakarta untuk penanganan pascarawat.

Pasalnya, pasien diketahui masih memegang Kartu Tanda Penduduk (KTP) DKI Jakarta.

"Rumah tinggalnya di sini sudah disegel. Setelah keluar dari RSJ, rencana pasien akan langsung disalurkan ke rumah yayasan rehabilitasi milik Dinsos DKI. Kami sudah berkoordinasi baik dengan RSJ Grogol dan saat ini tinggal menunggu penjemputan dari Dinsos," tambah Rifaldi.

Di sisi lain, kehidupan pasien ODGJ tersebut tergolong memprihatinkan. Rifaldi mengungkapkan, yang bersangkutan kini hidup sebatang kara di wilayah Rajeg Mulya.

Sang istri diketahui telah pergi meninggalkan pasien dan membuat surat pernyataan resmi di hadapan RT/RW setempat bahwa tidak sanggup lagi mengurusnya. Sementara itu, anak pasien yang masih berusia sekolah saat ini tinggal bersama neneknya.

Langkah cepat yang diambil Pemdes Rajeg Mulya bersama dinas terkait ini mendapat apresiasi dari warga setempat karena dinilai mampu memberikan rasa aman sekaligus penanganan yang humanis bagi pasien. (zky/apw)

Sumber: