BJB

Mahasiswa UMT Ajak Warga Peduli Lingkungan dan Tumbuhkan PHBS

Mahasiswa UMT Ajak Warga Peduli Lingkungan dan Tumbuhkan PHBS

Mahasiswa KKN UMT 2026 bersama anak-anak Kelurahan Cipondoh Makmur usai menggelar lomba mewarnai.(Abdul Aziz/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Dalam upaya menum­buhkan kesadaran serta kepedulian ling­kungan pada generasi muda, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mu­hammadiyah Tangerang (UMT) tahun 2026 wilayah Kelurahan Cipondoh Makmur sukses menyelenggarakan serangkaian kegiatan edukatif berkonsep Sekolah Alam. 

Perwakilan Divisi Humas KKN UMT 2026 Kelurahan Cipondoh Makmur, Audi Mahar­dhika Hidayat menyampaikan, kegiatan di­awali pada Minggu, 26 Juli 2026, bertempat di Community Center RT 02 / RW 08 Kelurah­an Cipondoh Makmur. Mahasiswa KKN UMT mengajak anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) kelas 1 hingga 5 dari lingkungan RT 01 hingga RT 10 RW 08 untuk belajar menyatu dengan alam melalui workshop Ecoprint. Melalui teknik cetak ramah ling­kungan me­manfaatkan dedaunan dan bunga lokal pada media kain, anak-anak diajarkan mengenali potensi alam sekitar sekaligus pentingnya menjaga ekosistem hidup yang sehat.

Kemudian pada Senin, 27 Juli 2026, kata Audi, kegiatan dilanjutkan di SDN Cipondoh 3 kota tangerang. 

”Dalam kegiatan itu kami menyosialisasikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta edukasi menjaga lingkungan khusus bagi siswa-siswi kelas 5,” ujar Audi dalam keterangannya, Minggu, 2 Agustus 2026.

Menurut dia, materi dipaparkan secara interaktif diselingi dengan pengenalan kosa­kata dasar bahasa Inggris (basic English vocabulary) yang berkaitan dengan ling­kungan, seperti clean, green, recycle, dan save the earth. Untuk membakar semangat peserta, acara diakhiri dengan lomba me­warnai bertema lingkungan hidup.

Audi menyampaikan, bahwa kegiatan ini dirancang agar anak-anak dapat belajar dengan cara yang menyenangkan dan mem­bekas.

”Melalui Sekolah Alam ini, kami ingin menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini dengan metode yang edukatif sekaligus interaktif. Mulai dari kreasi Ecoprint hingga belajar bahasa Inggris dan mewarnai di se­kolah, harapan kami anak-anak tidak ha­­nya paham pentingnya menjaga kebersih­an, tetapi juga terbiasa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Audi. 

”Alham­dulillah seluruh rangkaian kegiatan mendapat respon positif dan antusiasme tinggi. Anak-anak tampak antusias baik saat mempraktikkan teknik cetak dedaunan mau­pun ketika me­nunjukkan kreativitas mereka dalam lomba mewarnai,” pungkasnya.(ziz)

Sumber: