BJB

Kabel Semrawut di Jalan KH Hasyim Asy’ari Dikeluhkan

Kabel Semrawut di Jalan KH Hasyim Asy’ari Dikeluhkan

SEMRAWUT: Kondisi kabel semrawut yang berada di Jalan KH Hasyim Asy’ari dikeluhkan warga.(Dhuyuf/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, CIPONDOH — Kondisi kabel utilitas yang semrawut di sepanjang Jalan KH Hasyim Asy’ari, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, kembali menjadi perhatian masyarakat. Selain mengganggu estetika kota, kabel yang menjuntai dan bertumpuk di sejumlah titik dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Keluhan tersebut disampaikan salah satu warga, Ahmad Taqiyuddin Anwari. Menurutnya, pemerintah perlu lebih serius memperhatikan penataan infrastruktur utilitas agar wajah Kota Tangerang menjadi lebih tertata dan aman bagi masyarakat.

”Seharusnya pemerintah lebih memperhatikan dan lebih peka terhadap pembangunan infrastruktur, terutama permasalahan kabel yang semrawut. Kalau kabelnya tertata dengan rapi tentu lebih enak dipandang dan membuat lingkungan terlihat lebih indah,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Minggu (26/7).

Ia menilai keberadaan kabel udara yang tidak tertata tidak hanya mengurangi keindahan kota, tetapi juga berisiko membahayakan masyarakat, terutama pengendara yang melintas di ruas jalan tersebut.

”Pemerintah harus cepat tanggap dalam menangani persoalan infrastruktur seperti kabel yang bisa membahayakan warga, khususnya pengguna jalan. Intinya pemerintah harus peka dan segera mengambil langkah penanganan,” katanya.

Selain itu, Ahmad juga mendukung penerapan sistem kabel bawah tanah (underground cable) sebagai solusi jangka panjang dalam menata jaringan utilitas di kawasan perkotaan.”Harapan saya, pemerintah memiliki solusi yang efektif, misalnya dengan menerapkan sistem kabel tanam. Dengan begitu Kota Tangerang akan terlihat lebih indah, rapi, dan estetis,” ungkapnya.

Harapan warga tersebut sejalan dengan langkah yang tengah disiapkan Pemerintah Provinsi Banten. Sebelumnya, Pemprov Banten akan menertibkan kabel udara yang selama ini bergelantungan di sejumlah ruas jalan provinsi melalui program relokasi jaringan utilitas ke sistem kabel bawah tanah (grounding).

Diketahui, program penataan sarana utilitas itu diproyeksikan dilaksanakan secara bertahap selama tiga tahun di seluruh wilayah Banten. Khusus untuk ruas jalan berstatus jalan provinsi yang berada di wilayah Kota Tangerang, pelaksanaannya ditargetkan berjalan paralel dalam kurun waktu sekitar satu tahun.

Sejumlah ruas jalan menjadi prioritas penataan, di antaranya Jalan Raden Fatah di Ciledug, Jalan KH Hasyim Asy’ari di Cipondoh, serta Jalan Raya M.H. Thamrin yang menghubungkan Tangerang dengan Serpong. 

Penataan tersebut diharapkan mampu mengurangi kesemrawutan kabel udara sekaligus meningkatkan keselamatan dan keindahan kawasan perkotaan.

Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan berbagai aspirasi masyarakat, termasuk persoalan infrastruktur, menjadi bagian dari pembahasan dalam evaluasi rutin yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang.

Menurutnya, evaluasi tidak hanya membahas progres pelaksanaan program pemerintah, tetapi juga menindaklanjuti berbagai keluhan masyarakat yang disampaikan melalui berbagai saluran komunikasi.”Ini kaitannya dengan pembahasan program kegiatan dan keluhan-keluhan masyarakat. Masalah sampah, antisipasi banjir, kemacetan, dan masih banyak hal lain yang kita evaluasi bersama,” katanya.

Ia menjelaskan, berbagai isu strategis lainnya terus dievaluasi agar penanganannya dapat dilakukan secara cepat dan terukur.

Sachrudin menegaskan evaluasi berkala merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam membangun tata kelola pemerintahan yang responsif, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.”Tujuannya adalah meningkatkan kinerja dan pelayanan publik, sehingga program-program yang telah direncanakan dapat dipercepat pelaksanaannya dan masyarakat bisa segera merasakan serta menikmati manfaat dari program-program tersebut,” tutupnya.

Sumber: