BJB

Bantu Warga Lepas dari Riba, Baznas Kota Tangerang Perluas BMF

Bantu Warga Lepas dari Riba, Baznas Kota Tangerang Perluas BMF

DIWAWANCARAI: Wakil Ketua I Baznas Kota Tangerang, Soblun Jamili saat diwawancarai, belum lama ini.-Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/ Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangerang memperluas Program Baznas Micro Finance (BMF). Ini dilakukan sebagai upaya memberdayakan pelaku usaha mikro sekaligus membantu masyarakat terhindar dari praktik pinjaman berbunga atau riba. Program dana bergulir tersebut menyasar masjid dan majelis taklim sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat.

Wakil Ketua I Baznas Kota Tangerang, Soblun Jamili mengatakan, Baznas Micro Finance merupakan program resmi dari Baznas RI yang mengedepankan konsep dana bergulir tanpa bunga sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.

"Kalau dulu dikenal Tangerang Emas atau Tangerang Ekonomi Masjid, sekarang program resminya dari Baznas RI namanya Baznas Microfinance. Targetnya masjid dan majelis taklim. Ini dana bergulir, sehingga dananya tidak habis, tetapi penerima manfaatnya terus bertambah," ujarnya, Minggu (19/7)

Ia menjelaskan, masyarakat yang memperoleh pinjaman cukup mengembalikan dana sesuai nominal yang dipinjam tanpa dikenakan bunga. Setelah pinjaman lunas, mereka dapat kembali mengajukan pinjaman untuk mengembangkan usahanya.

"Misalnya meminjam Rp2 juta, dikembalikan Rp200 ribu per bulan selama 10 bulan. Setelah lunas, kalau memang membutuhkan bisa meminjam lagi. Selama proses itu, sudah ada penerima manfaat baru yang ikut merasakan program ini," katanya.

Menurutnya, pola pembiayaan tersebut mengadopsi konsep pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berkelanjutan, sehingga dana umat terus berputar dan mampu menjangkau lebih banyak pelaku usaha kecil.

"Dananya tidak pernah habis, tetapi penerima manfaatnya terus bertambah. Bahkan kalau ada yang usahanya sudah maju, mereka bisa ikut menitipkan dana agar diputar kembali untuk membantu masyarakat lainnya," jelasnya.

Program Baznas Microfinance sendiri telah berjalan sejak 2018. Saat itu, mantan Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah menitipkan dana sebesar Rp100 juta yang disalurkan kepada lima masjid sebagai percontohan.

"Program ini sudah berjalan sejak 2018. Waktu itu Pak Arief menitipkan Rp100 juta untuk lima masjid. Alhamdulillah sampai sekarang masih berjalan, meski tentu ada tantangan di lapangan," ungkapnya.

Ia mengakui, tidak semua kelompok berjalan sempurna. Namun secara umum tingkat keberhasilan program cukup tinggi karena para penerima memahami bahwa dana yang mereka kelola merupakan amanah umat.

"Mereka paham ini uang umat, sehingga lebih hati-hati. Yang paling penting, pinjaman ini tidak berbunga sehingga lebih aman dan meringankan masyarakat," ujarnya.

Dikatakannya, hingga kini, Baznas Kota Tangerang telah membentuk 25 titik program Baznas Microfinance dan kembali menambah enam lokasi baru yang terdiri atas tiga masjid dan tiga majelis taklim.

"Awalnya lima, kemudian bertambah 20 sehingga menjadi 25. Tahun ini kami membuka lagi tiga masjid dan tiga majelis taklim. Harapannya program ini terus berkembang secara bertahap," katanya.

Soblun juga mengajak para dermawan, muzaki, dan masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi untuk ikut berpartisipasi melalui program tersebut. Menurutnya, dana yang dititipkan kepada Baznas akan dikelola secara profesional guna membantu masyarakat di lingkungan sekitar.

Sumber: