BJB

Seluruh Aparatur Diminta Layani Warga dengan Hati

Seluruh Aparatur Diminta Layani Warga dengan Hati

PELAYANAN: Staf Desa Pematang, Kecamatan Tigaraksa, memberikan pelayanan prima kepada masyarakat yang mengurus administrasi dan keperluan lainnya. -Randy/Tangerang Ekspres-

TANGERANGEKSPRES.ID, TIGARAKSA — Pemerintah Desa Pematang, Kecamatan Tigaraksa, terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Berbagai jenis pelayanan administrasi maupun kebutuhan masyarakat lainnya dipastikan dapat dilayani dengan cepat, mudah, ramah, dan tanpa dipungut biaya.

Kepala Desa Pematang Suharna menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat merupakan prioritas utama yang harus dijalankan seluruh aparatur desa.

Menurutnya, setiap warga yang datang ke kantor desa berhak mendapatkan pelayanan yang maksimal tanpa membedakan latar belakang maupun jenis keperluannya.

"Pelayanan kepada masyarakat adalah tugas dan tanggung jawab kami sebagai pemerintah desa. Karena itu, saya selalu mengingatkan seluruh perangkat desa agar bekerja dengan cepat, sigap, ramah, dan tidak mempersulit masyarakat yang datang mengurus berbagai keperluan administrasi maupun pelayanan lainnya," kata Suharna kepada Tangerang Ekspres, Senin (6/7).

Ia menjelaskan, seluruh pelayanan yang diberikan Pemerintah Desa Pematang tidak dipungut biaya. Hal tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam menghadirkan pelayanan publik yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik pungutan liar.

"Kami tegaskan bahwa pelayanan di Pemerintah Desa Pematang gratis. Tidak ada pungutan biaya dalam pelayanan administrasi desa sesuai ketentuan yang berlaku. Apabila ada masyarakat yang membutuhkan pelayanan, silakan datang ke kantor desa dan akan kami layani sebaik mungkin," ujarnya.

Menurut Suharna, pemerintah desa merupakan ujung tombak pelayanan pemerintahan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Oleh karena itu, kualitas pelayanan harus terus ditingkatkan agar masyarakat merasa nyaman dan terbantu.

"Desa adalah kepanjangan tangan dari pemerintah daerah. Maka sudah menjadi kewajiban kami untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Jangan sampai ada warga yang merasa dipersulit atau tidak mendapatkan pelayanan yang baik," tegasnya.

Untuk menjaga kualitas pelayanan, Pemerintah Desa Pematang juga rutin menggelar briefing kepada seluruh perangkat desa setiap satu pekan sekali. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai sarana evaluasi terhadap pelayanan yang telah diberikan sekaligus membahas berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.

"Setiap minggu kami selalu melakukan briefing. Kami evaluasi bagaimana pelayanan selama satu minggu, apa saja kendalanya, kemudian kami cari solusinya bersama. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat bisa terus meningkat," ungkap Suharna.

Ia mengatakan, hingga saat ini tidak ditemukan kendala berarti dalam proses pelayanan. Meski demikian, setiap perangkat desa dituntut mampu beradaptasi karena kebutuhan masyarakat yang datang ke kantor desa sangat beragam.

"Karena itu, perangkat desa harus siap memahami setiap kebutuhan warga dan memberikan solusi dengan pelayanan yang profesional," katanya.

Suharna berharap, budaya pelayanan prima terus tertanam dalam diri seluruh aparatur desa sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa semakin meningkat. (ran)

Sumber: