BJB

Kemenkes Kirim Logistik Kesehatan

Kemenkes Kirim Logistik Kesehatan

TENDA LAPANGAN: Kemenkes bergerak cepat menangani dampak kebakaran TPA Jatiwaringin, Tangerang, dengan mengirimkan tenda RS lapangan, oksigen, hingga ribuan masker medis sejak Jumat (3/7). -Pusat Krisis Kesehatan-

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Kemenkes melalui Pusat Krisis Kesehatan bergerak cepat memberikan dukungan penanganan medis bagi masyarakat yang terdampak kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten, sejak Jumat (3/7) lalu.

Langkah taktis ini diambil guna mengantisipasi dampak buruk paparan asap tebal terhadap kesehatan warga di sekitar lokasi kebakaran. Kemenkes telah memobilisasi dan mendistribusikan berbagai bantuan logistik serta sarana kesehatan darurat untuk memperkuat pelayanan di wilayah terdampak.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, menegaskan pemenuhan logistik ini merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat tetap berjalan optimal selama masa tanggap darurat.

"Dukungan logistik kesehatan ini kami distribusikan untuk memperkuat pelayanan kesehatan di wilayah terdampak, sekaligus mengantisipasi peningkatan kebutuhan layanan akibat paparan asap kebakaran," ujar Agus, dilansir Minggu (5/7) malam.

Pada hari pertama untuk menunjang pelayanan kesehatan di lapangan, Kemenkes menyalurkan sejumlah peralatan medis kritis dan alat pelindung diri (APD), antara lain 15 unit oksigen konsentrator, 6 unit oksimeter, 3 unit air purifier, 11.500 pcs masker, 5.000 handscoon, dan 10 unit veltbed.

Selain logistik medis, Kemenkes juga mendirikan Tenda Rumah Sakit Lapangan untuk mendekatkan akses pengobatan kepada warga. Fasilitas yang disiapkan mencakup 1 unit tenda ukuran 4 x 6 meter dan 1 unit tenda ukuran 6 x 8 meter.

Agus Jamaludin menambahkan, dari dua unit tenda kesehatan yang disiapkan, satu tenda telah resmi difungsikan di titik lokasi terdampak. Sementara itu, satu tenda lainnya disiagakan di Puskesmas Rajeg agar bisa segera dimobilisasi jika muncul titik terdampak baru.

Keputusan mendirikan tenda layanan kesehatan ini diambil setelah Kemenkes melakukan survei lapangan dan koordinasi intensif bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Puskesmas Rajeg, Puskesmas Mauk, dan Puskesmas Sukadiri.

Pertimbangan utamanya adalah kondisi kepulan asap yang masih tebal, tingginya jumlah warga terdampak, serta jarak permukiman yang relatif jauh dari fasilitas kesehatan (faskes) permanen.

Tidak hanya itu, pos kesehatan di wilayah terdampak kini telah diaktifkan selama 24 jam penuh. Posko ini beroperasi berkat kolaborasi erat dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dan pemangku kepentingan (stakeholder) setempat.

Kemenkes menyatakan akan terus menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah dan faskes setempat guna memastikan seluruh kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di luar TPA Jatiwaringin terpenuhi secara optimal selama masa tanggap darurat berlangsung. (rls/zky)

Sumber: