Sachrudin Minta ASN Banyak Cari Masalah
APEL PEGAWAI: Wali Kota Tangerang, Sachrudin, memberikan pembinaan kepada jajaran ASN saat apel pagi di lingkungan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (6/7/2026).-Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/Tangerang Ekspres -
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Wali Kota Tangerang, Sachrudin meminta anak buahnya untuk gemar mencari masalah. Menurutnya, hal itu merupakan salah tugas aparatur sipil negara (ASN).
Hal tersebut dikatakan Sachrudin saat memberikan pembinaan kepada jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, hingga ASN di lingkungan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (6/7).
Ia mengatakna, tugas ASN bukan sekadar menunggu laporan dari masyarakat, melainkan aktif mencari masalah yang dihadapi warga. Setelah mengetahui masalah yang dihadapi warga maka, tugas ASN adalah menghadirkan solusi.
"Tugas kita itu cari masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Kita hadir untuk memberikan solusi, itu tugas kita," tegasnya.
Menurutnya, pelayanan publik yang optimal harus dibangun dengan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. ASN dituntut tidak hanya responsif terhadap pengaduan, tetapi juga mampu mendeteksi persoalan sejak dini sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Setiap ASN harus memiliki kesadaran bahwa tugas utamanya adalah melayani masyarakat. Karena itu, tidak boleh ada anggapan bahwa menerima keluhan warga merupakan beban, melainkan bagian dari tanggung jawab sebagai pelayan publik.
"Saya tidak pernah merasa direpotin. Bahkan setiap hari yang mau berangkat apel pun saya tidak pernah merasa diganggu. Ya, karena saya ini pelayan," ujarnya.
Selain itu, Sachrudin juga meminta seluruh perangkat daerah mengubah pola kerja dari menunggu menjadi proaktif turun ke lapangan. Menurutnya, pemerintah harus hadir lebih dulu untuk mengetahui kondisi masyarakat sekaligus memastikan setiap persoalan dapat ditangani secara cepat dan tepat.
Ia menjelaskan, semangat pelayanan jemput bola harus diterapkan di seluruh sektor, mulai dari pelayanan administrasi, sosial hingga kesehatan. Dengan begitu, masyarakat dapat merasakan kehadiran pemerintah secara langsung.
Di bidang kesehatan, Sachrudin menilai pelayanan tidak boleh hanya berorientasi pada pengobatan ketika masyarakat sudah sakit. Upaya pencegahan melalui edukasi, deteksi dini, dan pemeriksaan kesehatan harus terus diperkuat agar kualitas kesehatan masyarakat semakin baik.
"Kesehatan bukan persoalan pelayanan yang baik ketika masyarakat sakit, tapi bagaimana caranya masyarakat agar tidak sakit. Yang sakit tidak berkembang, menjalar. Jadi dijemput," katanya.
Menurutnya, pola pelayanan yang proaktif akan membuat pemerintah lebih cepat mengidentifikasi kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di lapangan.
Sachrudin berharap semangat melayani dengan pola jemput bola dapat menjadi budaya kerja seluruh ASN di Kota Tangerang. Dengan aparatur yang aktif turun ke lapangan, responsif terhadap kebutuhan warga, dan cepat menghadirkan solusi, pelayanan publik di Kota Tangerang diyakini akan semakin berkualitas serta mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. (mg-9/esa)
Sumber:

