SMPN 10 Tangerang Perkuat Kurikulum Anti Narkoba
EDUKASI: Siswa-siswi SMPN 10 Kota Tangerang saat mengikuti kegiatan program penyampaian informasi dan edukasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang, belum lama ini.(Dok. SMPN 10 Kota Tangerang)--
TANGERANGEKSPRES.ID, CIPONDOH — Dalam upaya membentengi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkotika, SMPN 10 Tangerang terus memperkuat pembentukan karakter peserta didik melalui edukasi pencegahan narkoba.
Komitmen tersebut diwujudkan dengan menerima program penyampaian informasi dan edukasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang melalui Insert Konten Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Program ini diintegrasikan ke dalam kegiatan pembelajaran di sekolah sebagai bagian dari implementasi kurikulum anti narkoba.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) yang bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini kepada peserta didik mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, sekaligus memperkuat karakter serta kemampuan mereka dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital.
Humas SMPN 10 Tangerang, Muniroh, mengatakan pendidikan memiliki peran yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar menyampaikan materi pelajaran di ruang kelas. Menurutnya, sekolah juga bertanggung jawab membentuk karakter sekaligus membangun ketahanan diri peserta didik terhadap berbagai pengaruh negatif.
”Pendidikan tidak hanya mengajarkan peserta didik untuk menjadi cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk karakter yang kuat. Salah satu tantangan yang harus kita hadapi bersama adalah ancaman penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda,” ujarnya, Senin (29/6).
Ia menjelaskan, kehadiran BNN Kota Tangerang memberikan nilai tambah bagi sekolah karena materi yang disampaikan berasal dari pihak yang memiliki kompetensi dan pengalaman langsung dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Selain itu, Muniroh menambahkan pelaksanaan program ini juga selaras dengan kebijakan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba yang telah diterapkan di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan tersebut, pesan-pesan pencegahan dapat disampaikan secara berkesinambungan dalam berbagai mata pelajaran maupun aktivitas sekolah.
”Melalui Integrasi Kurikulum Anti Narkoba, kami berharap nilai-nilai hidup sehat dan kesadaran akan bahaya narkoba tidak hanya dipahami saat ada kegiatan sosialisasi, tetapi menjadi bagian dari proses pembelajaran sehari-hari,” ungkapnya.(duy)
Sumber:

