BJB

900 Guru Bersaing Perebutkan 47 Kursi Kepsek

900 Guru Bersaing Perebutkan 47 Kursi Kepsek

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banten, Rachmat Tamam.(Istimewa)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten mencatat, terdapat 47 posisi kepala sekolah (Kepsek) tingkat SMA dan SMK negeri di Provinsi Banten yang masih mengalami kekosongan. Saat ini posisi tersebut diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt), sambil menyaring kandidat terbaik dari sekitar 900 guru yang mendaftar.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten, Rachmat Tamam mengatakan, seluruh sekolah yang terdampak saat ini dipimpin oleh Plt sembari menunggu seluruh rangkaian seleksi selesai. Dari seluruh wilayah, Kabupaten Lebak tercatat memiliki jumlah kekosongan terbanyak. “Sekarang lagi proses seleksi. Paling banyak kekosongan itu Kabupaten Lebak kalau enggak salah,” katanya, Senin (22/6).

Ia menjelaskan, keterlambatan pelantikan kepala sekolah definitif ini terjadi karena Pemprov harus menyesuaikan dengan regulasi terbaru dari pusat, yang saat ini mengacu pada Permendikbud Nomor 7 Tahun 2025. Meski status Plt diakui sedikit banyak berdampak pada kondisi sekolah, Dindikbud Banten memastikan telah menunjuk sosok-sosok dengan kinerja terbaik sebagai pelaksana tugas demi menjaga stabilitas sekolah.

Adapun proses seleksi terintegrasi secara nasional, terdapat 2.700 total guru yang memenuhi syarat untuk menjabat sebagai kepala sekolah. Sementara terdapat 900 guru yang telah mengirimkan berkas untuk mengikuti seleksi dengan kuota formasi sebanyak 47 kepala sekolah.

Ia menjelaskan, guru yang memenuhi persyaratan minimal golongan III/d berstatus pegawai negeri sipil mendapat undangan mengikuti proses seleksi. Namun tidak semua guru yang memenuhi syarat berminat menjadi kepala sekolah.”Itu dikembalikan kepada guru, ada yang mau ikut kan itu hak, ya ada juga guru yang enggak mau jadi kepala sekolah. Yang mengirim berkas Itu 900-an, kuotanya 47,” ungkapnya.

Rachmat menuturkan, proses seleksi tengah berlangsung dan pelantikan kepala sekolah baru ini dapat terlaksana pada Juli atau Agustus 2026, tepat setelah agenda Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) rampung.  Langkah ini krusial agar tidak mengganggu administrasi penting seperti penandatanganan ijazah dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Menanggapi isu kerawanan gratifikasi akibat ketatnya persaingan, Rachmat optimistis proses ini berjalan transparan dan bersih.”Saya rasa kalau komitmen sekarang Pak Gub insyallah lah clear and clean, karena kalau kita ada begitu ya tahu sendiri risikonya, paling ngeri saya begitu-begitu,” tegasnya.

Diketahui, saat ini Pemprov Banten, dalam hal ini Dindikbud Banten tengah fokus dalam pelaksanaan SPMB yang sedang berlangsung sejak 10 Juni 2026 lalu.

Kepala Dindikbud Banten, Jamaluddin, memastikan proses seleksi dalam SPMB SMA/SMK/SKh 2026 berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik titip-menitip siswa. Salah satu langkah yang dilakukan, yaitu menerapkan sistem pendaftaran bertahap per jalur. Sistem ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana semua jalur dibuka secara bersamaan.

Ia mengatakan terdapat empat jalur yang dapat ditempuh siswa untuk mengikuti SPMB 2026. Jalur ini masih sama seperti tahun sebelumnya, dan hanya berbeda kategori. Pertama, jalur domisili yang terbagi dalam dua kategori. Yakni domisili lingkungan dengan jarak paling jauh 500 meter dari sekolah untuk wilayah Tangerang Raya, dan 1.000 meter untuk daerah lainnya.”Kalau untuk murid yang berdomisili di wilayah lingkungan sekolah Kota Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Serang, Kabupten Pandeglang dan Kabupaten Lebak paling jauh 1.000 meter dari lokasi sekolah,” katanya.(mam)

 

Sumber: