Gunakan Obat Antibiotik Tak Boleh Sembarangan
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar.-Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres -
TANGERANGEKSPRES.ID, SERPONG — Dinas Kesehatan Kota Tangsel mengajak masyarakat untuk lebih cermat dalam menggunakan obat agar pengobatan yang dilakukan aman, efektif, dan memberikan hasil yang optimal.
Dalam edukasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat), Dinkes mengingatkan masyarakat agar selalu memperhatikan informasi yang tertera pada kemasan atau label obat sebelum digunakan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, ada tiga hal penting yang harus diketahui sebelum mengonsumsi obat, yaitu dosis, frekuensi penggunaan, dan lama pemakaian.
"Dosis merupakan takaran obat yang dibutuhkan untuk mencapai efek pengobatan tertentu dan disesuaikan dengan jenis penyakit, usia, serta berat badan pasien," ujarnya kepada TANGERANGEKSPRES.ID.
Allin menambahkan, selain dosis frekuensi penggunaan obat juga harus diperhatikan agar kadar obat dalam tubuh tetap berada pada tingkat yang sesuai untuk mendukung proses penyembuhan.
Sementara itu, lama pemakaian obat merupakan jangka waktu yang diperlukan untuk mencapai efek terapi yang diharapkan. "Penggunaan obat yang tidak sesuai aturan dapat mengurangi efektivitas pengobatan bahkan berpotensi menimbulkan efek samping," tambahnya.
Masyarakat juga diimbau segera menghentikan penggunaan obat dan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila muncul reaksi alergi seperti gatal-gatal, ruam, atau bintik-bintik merah pada kulit setelah mengonsumsi obat.
Dinkes mengingatkan bahwa gejala penyakit yang terlihat sama belum tentu memerlukan obat yang sama. Karena itu, masyarakat tidak dianjurkan berbagi obat dengan orang lain tanpa konsultasi tenaga kesehatan.
"Selain memahami aturan penggunaan obat, masyarakat juga perlu mengetahui cara penggunaan obat sesuai bentuk sediaannya, baik tablet, kapsul, sirup, maupun bentuk lainnya," jelasnya.
Khusus penggunaan antibiotik, Allin menegaskan bahwa obat tersebut hanya digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri dan harus berdasarkan resep dokter.
Masyarakat diminta tidak meminta antibiotik kepada dokter apabila penyakit yang diderita disebabkan oleh infeksi virus. Sebab antibiotik tidak efektif untuk mengobati penyakit akibat virus.
"Beberapa penyakit yang umumnya tidak memerlukan antibiotik antara lain batuk pilek tanpa sesak, influenza, cacar air, gondongan, campak, luka ringan, demam berdarah, diare cair tanpa darah atau lendir, serta hepatitis," tuturnya.
Allin juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membeli antibiotik tanpa resep dokter, tidak menyimpan antibiotik sebagai stok di rumah, serta tidak memberikan antibiotik yang dimiliki kepada orang lain.
"Masyarakat dianjurkan selalu berkonsultasi dengan dokter atau apoteker apabila membutuhkan informasi terkait penggunaan antibiotik maupun obat lainnya," ungkapnya.
Sumber:

