Pemkab Serang Dukung Pengalihan Gaji PPPK ke Pusat
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah saat diwawancarai wartawan di bilangan gedung DPRD Kabupaten Serang, beberapa hari lalu. (AGUNG GUMELAR/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang mendukung penuh usulan dari DPR RI terkait pengalihan kewenangan pembayaran gaji PPPK guru dan tenaga kesehatan ke pemerintah pusat.
Kebijakan ini dapat membantu menyehatkan fiskal daerah, seperti saat ini belanja pegawai mencapai 37 persen dari APBD dan berpotensi melebihi batas yang ditetapkan.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, apabila usulan tersebut terealisasi tentunya Pemkab Serang, berpotensi bisa menghemat anggaran hingga Rp300 miliar per tahun.
"Saya sangat-sangat setuju, berarti tidak lagi membebani APBD, kalau diambil alih berarti bisa menghemat anggaran Rp300 miliar itu lumayan," katanya kepada wartawan saat diwawancarai wartawan beberapa hari lalu, Minggu (14/6).
Zakiyah mengatakan, anggaran Rp300 miliar yang semula untuk gaji PPPK guru dan tenaga kesehatan, bisa dialihfungsikan untuk kegiatan lainnya salah satunya insfratruktur.
"Kita bisa alihkan ke program lainnya seperti Insfratruktur, tujuannya untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pelayanan ke masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Plt Kepala BPKAD Kabupaten Serang Agus Firdaus mengatakan, Dana Alokasi Umum (DAU) APBN Kabupaten Serang 2026 sekitar Rp945 miliar, sedangkan pengeluaran untuk belanja pegawai menggaji PPPK mencapai Rp1.260 miliar yang tentunya APBD menambah Rp300 miliar untuk menutupi kekurangannya.
"Gaji PPPK kalau seluruhnya ditanggung DAU itu luar biasa bebannya, ada kemungkinan kedepan dilakukan asimetris artinya Kemendagri, Kemenpan RB, bersama menteri terkait Kemenkes lalu Kemendikdasmen, dan Kemenkeu, mereka ikut serta menganggarkan," katanya.
Agus mengatakan, kalau usulan tersebut dapat terealisasi tentunya dapat menghemat anggaran pemerintah daerah, yang bisa dialihkan untuk kepentingan masyarakat.
"Buat program prioritas dan program pembangunan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat kan," ujarnya. (agm)
Sumber:


