BJB
hut bjb

Pancaroba Picu Risiko Penyakit Menular

Pancaroba Picu Risiko Penyakit Menular

Kepala Dinas Kesehatan Ko­ta Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar.-Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres-

TANGERANGEKSPRES.ID, SERPONG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang berpotensi meningkat selama musim pancaroba

Perubahan cuaca yang tidak menentu, mulai dari hujan dan panas dalam waktu singkat hingga meningkatnya ke­lembapan udara, dinilai dapat memicu gangguan kesehatan di masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Ko­ta Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, pihaknya terus memantau per­kembangan penyakit melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) atau Early Warning Alert and Response System (EWARS) untuk mendeteksi potensi Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Melalui SKDR, kami memantau tren penyakit secara mingguan berdasarkan laporan dari puskesmas dan rumah sakit guna mendeteksi peningkatan kasus yang berpotensi menjadi KLB,” ujar­nya kepada TANGERANGEKSPRES.ID, Selasa (2/6).

Berdasarkan hasil pemantauan hingga Minggu Epidemiologi ke-19 Tahun 2026, sejumlah penyakit tercatat mengalami peningkatan dan perlu diwaspadai selama mu­sim pancaroba. 

Penyakit tersebut antara la­in Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Influenza Like Illness (ILI), pneumonia, diare akut, disentri, suspek dengue, suspek demam tifoid, hingga Hand Foot and Mouth Disease (HFMD).

Menurut Allin, kasus suspek HFMD atau penyakit tangan, kaki dan mulut menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam enam minggu terakhir dan telah ditemukan di seluruh kecamatan di Kota Tang­sel.

“Data SKDR menunjukkan temuan kasus suspek HFMD meningkat signifikan selama enam minggu terakhir dan sudah ditemukan di seluruh wilayah kecamatan,” tambahnya.

Selain HFMD, Dinkes juga masih mewaspadai potensi peningkatan kasus dengue. Kondisi lingkungan yang lembap dan munculnya genangan air saat musim hujan menjadi faktor yang mendukung berkembangnya nyamuk Aedes aegypti sebagai penyebab demam berdarah.

Di sisi lain, perubahan suhu udara juga berpotensi menurunkan daya tahan tubuh sehingga meningkatkan risiko penyakit saluran pernapasan seperti ISPA, influenza dan pneumonia, terutama pada kelompok rentan seperti balita, lansia dan penderita penyakit penyerta.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kota Tangsel telah memperkuat sistem surveilans penyakit, melakukan monitoring rutin laporan SKDR, meningkatkan koordinasi lintas sektor, serta memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Allin mengimbau warga untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam tinggi, batuk pilek berkepanjangan, sesak napas, diare, muntah, ruam kulit atau tanda-tanda dehidrasi.

“Kami mengajak masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Peran aktif masyarakat sangat penting untuk mendukung deteksi dini dan pencegahan penyakit agar tidak terjadi peningkatan kasus maupun KLB di Kota Tangsel,” jelasnya.

Untuk mencegah penularan penyakit selama musim pancaroba, masyarakat disarankan menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi. "Cukup istirahat dan minum air putih, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), rutin mencuci tangan menggunakan sabun, serta melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus," tuturnya.

Sumber: