Eksyar dan Digitalisasi Didorong, Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi
Kepala KPw BI Banten, Ameriza M Moesa saat diwawancarai awak media dalam acara SHAFARA dan DIGIWARA Festival 2026 di Bintaro Jaya Xchange Mall 2, Minggu (24/5). (SYIROJUL UMAM/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten tengah mendorong perluasan ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah (Eksyar) serta akselerasi ekonomi digital sebagai mesin pertumbuhan baru yang inklusif.
Langkah strategis ini diambil di tengah performa impresif pertumbuhan ekonomi Banten yang berhasil menembus angka 5,64 persen secara tahunan (year-on-year) pada triwulan I-2026.
Kepala KPw BI Banten, Ameriza M Moesa berkata perluasan eksyar serta ekonomi digital sebagai mesin pertumbuhan baru yang inklusif, dapat diraih lewat enam potensi strategis yang dimiliki Banten untuk menjadi pusat pertumbuhan eksyar di Indonesia.
Yaitu basis muslim terbesar, kekuatan pondok pesantren, sektor UMKM halal, pariwisata halal dan religi, peningkatan digitalisasi pembayaran, serta tren halal lifestyle.
"Jadi ekonomi syariah tumbuh rata-rata setiap tahun 11 persen, dan dilihat dari penggunanya mencapai 38 juta pengguna. Momentum ini menjadi peluang bagi Indonesia termasuk peluang juga bagi Banten untuk mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang mandiri modern dan juga berdaya saing global," katanya dalam acara Sharia Festival Jawara (SHAFARA) dan Digital Jawara (DIGIWARA) Festival 2026 di Bintaro Jaya Xchange Mall 2, Minggu (24/5).
Ia menjelaskan, di sektor digitalisasi, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bahkan menorehkan prestasi membanggakan. Tangsel tercatat sebagai daerah yang paling digital di Jawa dan Bali pada 2025.
"Ini modal besar bagi kita untuk mempercepat integrasi keuangan syariah," ujarnya.
Transformasi digital ini linier dengan data nasional, di mana transaksi menggunakan QRIS Syariah tumbuh melesat sebesar 46,2 persen dengan nilai transaksi menembus Rp114 triliun. Sektor pembiayaan UMKM halal juga ikut terdorong naik 15,9 persen menjadi Rp81 triliun.
Ameriza mengaku, peningkatan ini dilakukan sinergi dengan beberapa daerah dengan menyasar rumah ibadah sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat.
Salah satunya melalui pembentukan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (Zona KHAS) di lingkungan Masjid Raya Bintaro Jaya, Tangsel, yang berkolaborasi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dan pemangku kepentingan terkait.
"Ke depan, kami bercita-cita agar masjid-masjid besar tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga dijadikan pusat pemberdayaan ekonomi umat," ungkapnya.
Tak hanya itu, BI Banten juga meluncurkan program inovatif "Wakaf Budaya" (Banten Berkah dan Berdaya). Program ini bertujuan menggeser pola pikir masyarakat agar wakaf tidak selalu identik dengan tanah makam atau bangunan masjid saja, melainkan dioptimalkan menjadi wakaf produktif.
Sebagai langkah awal di tahun 2026, BI Banten bersama para stakeholder berkomitmen mengoptimalkan wakaf produktif guna menyokong ekosistem pemberdayaan 1.000 UMKM di Kota Tangsel.
"Mudah-mudahan program penguatan UMKM, kluster ketahanan pangan (gabungan kelompok tani/gapoktan), dan optimalisasi wakaf produktif ini bisa menjadi role model yang sukses, sehingga nantinya bisa segera kami replikasi ke kabupaten dan kota lain di seluruh Provinsi Banten," tuturnya.
Sumber:


