Dipengaruhi Cuaca dan Kualitas Udara, Kasus ISPA di Rajeg Capai 3.307 Kasus
PERIKSA: Warga Kecamatan Rajeg menjalani pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Rajeg dan kasus ISPA mengalami kenaikan.(Dok. Puskesmas Rajeg)--
TANGERANGEKSPRES.ID, RAJEG — Kasus infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang capai ribuan sejak awal tahun 2026. Totalnya mencapai 3.307 pasien yang berobat Puskesmas Rajeg.
Kepala Puskesmas Rajeg Kabupaten Tangerang drg Tohiroh mengatakan, jumlah kasus tertinggi terjadi pada Januari 2026 dengan 907 kasus. Lalu, pada Februari tercatat 885 kasus, Maret sebanyak 701 kasus, dan kembali meningkat pada April menjadi 814 kasus.
”Lonjakan kasus ISPA ini diduga dipengaruhi oleh perubahan cuaca, kualitas udara, hingga paparan asap pembakaran sampah yang masih terjadi di beberapa wilayah,” katanya, Selasa 19 Mei 2026.
Tohiroh menyebutkan, beberapa langkah pencegahan untuk kasus ISPA sudah dilakukan. Mulai dari koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dengan kecamatan dan desa.
”Kita juga edukasi warga untuk meningkatkan pola hidup bersih dan sehat. Kami imbau menggunakan masker saat berada di lingkungan berdebu atau berasap, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan,” jelasnya.
Selain Rajeg, Kecamatan Pasar Kemis juga mengalami peningkatan kasus ISPA. Hal tersebut terjadi karena buruknya kualitas udara di wilayah yang berbatasan dengan Kota Tangerang tersebut. Dan yang paling terdampak kesehatannya adalah balita dan anak-anak. Faktanya, ratusan balita hingga anak-anak terjangkit ISPA sejak Januari hingga April.
Kepala Puskesmas Kecamatan Pasarkemis Kabupaten Tangerang dr. Lidia Arita mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan balita dan anak-anak terjangkit ISPA. Yakni, polusi udara, pembakaran limbah, asap pabrik dan asap rokok.
Data dari puskesmas sendiri menunjukkan kasus ISPA yang diderita balita paling banyak sejak Januari. Rentang jumlahnya berada di angka 221 kasus hingga 208 kasus pada April lalu. Tertinggi pada Februari yang mencapai 254 pasien balita.
Usia anak-anak pun terjangkit ISPA terhitung tinggi. Pada Januari hingga April ada di angka 121 pasien hingga 108 pasien. Tertinggi ada di Maret dan April yang masing-masing sebanyak 135 kasus.(sep)
Sumber:


