BJB FEBRUARI 2026

Pemkab Serang Berencana Bangun Landmark Kebanggaan

Pemkab Serang Berencana Bangun Landmark Kebanggaan

Kepala Bapperida Kabupaten Serang Devid Hermawan saat diwawancarai wartawan beberapa hari lalu. (AGUNG GUMELAR/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Ka­bupaten (Pemkab) Serang be­rencana membangun land­mark atau ikon simbol identitas suatu wilayah, di tiga lokasi yang menjadi pusat keramaian masyarakat.

Landmark ini akan menjadi simbol kebanggaan Kabupaten Serang, karena memberikan karakter khusus yang mem­bedakan suatu daerah dengan daerah lainnya, serta diyakini dapat mendorong industri pariwisata lokal dan mencip­takan peluang ekonomi baru melalui perhotelan, kuliner, dan UMKM di sekitarnya.

Kemudian landmark juga menjadi simbol filosofis atau pencapaian sejarah masyarakat setempat, sehingga memper­kuat rasa memiliki dan kebang­gaan masyarakat. 

Serta area sekitar landmark nanti juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berkumpul, berinteraksi, dan mengadakan berbagai acara, karena di­rancang sebagai ruang terbuka publik.

Kepala Badan Perencanaan, Pengembangan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Serang Devid Her­mawan mengatakan, ada empat wilayah yang diren­canakan pembangunan Land­mark yaitu, Kecamatan Anyar, Ciruas, Kramatwatu, dan wila­yah Serang Timur.

"Keempat wilayah ini identik dengan keramaian, direnca­nakan pembangunan landmark ini akan disana," katanya, Kamis (14/5).

Devid mengatakan, tujuan dibangunnya landmark ini dalam rangka memenuhi ke­inginan-keinginan ma­syarakat, bawah Kabupaten Serang harus punya ikon wilayah ter­sendiri seperti daerah lain.

Kemudian dengan adanya landmark diyakini bisa men­dorong pariwisata lokal serta menciptakan peluang ekonomi baru bagi UMKM dan lainnya, sebab dapat akan dimanfaatkan untuk berbagai macam ke­giatan karena diran­cang se­bagai ruang terbuka publik.

"Kita akan kombinasikan menjadi suatu tempat, yang secara potensi wilayah nilainya itu ada dan, bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dengan berbagai UMKM dan kegiatan lainnya," ujarnya.

Dikatakan Devid, adapun desain landmark masih dalam tahap pengkajian. Begitupun juga dengan berapa besar anggaran yang akan digunakan. Namun diproyeksikan pemba­ngunannya akan dimulai di 2027.

"Nanti bentuk di Landmark ini akan ada simbol yang ide­ntik dengan suatu daerah, desain nya masih dalam proses begitupun dengan anggaran juga, mudah-mudahan 2027 sudah kita mulai," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah pada Bapperida Kabu­paten Serang Hotman Siregar mengatakan, pembangunan landmark ini tidak hanya berfokus di Kecamatan Anyar, yang selama ini menjadi pusat keramaian masyarakat baik lokal maupun luar daerah.

Namun ada tempat lainnya yang dinilai cocok untuk pem­bangunan landmark, karena memiliki pusat keramaian yang sama seperti Kecamatan Ciruas, Kramatwatu, dan wilayah Serang Timur.

"Supaya pusat keramaian publiknya tidak melulu ter­pusat di Anyar saja, bisa tempat lainnya yang juga tidak kalah ramai dengan disana. Jadi, tidak hanya satu Landmark yang kita bangun nanti," katanya.

Sumber: