Siswa SDN Larangan 4 Lebih Siap Hadapi US Dibandingkan TKA
UJIAN: Siswa-siswi SDN Larangan 4 saat mengisi soal ujian sekolah pada hari pertama, Senin (4/5).(Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/Tangerang Ekspres)--
LARANGAN — Siswa SDN Larangan 4 Kota Tangerang penuh semangat dalam mengikuti ujian sekolah (US). Ini menunjukkan Siswa sangat siap menghadapi ujian yang dilaksanakan selama empat hari itu.
Kepala SDN Larangan 4 Jujun Supriyatin mengungkapkan, para siswanya telah menunjukkan kesiapan mental yang luar biasa sejak hari pertama diselenggarakan. Menurutnya, pengalaman menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA) beberapa waktu lalu, menjadi bekal mental yang membuat siswa lebih tenang menghadapi ujian kali ini. ”Alhamdulillah, siswa siap buat ujian. Karena kita sudah ulang-ulang sebelumnya saat TKA kemarin. Malah menurut mereka, TKA itu lebih menegangkan pas ngerjainnya dibanding ujian sekolah ini,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Senin (4/5).
Sekolah yang mengikuti gelombang pertama TKA pada 20-21 April lalu ini, memang telah melakukan berbagai persiapan matang. Jujun menekankan, pentingnya menjaga psikologis anak agar tidak merasa tertekan oleh beban akademik yang menumpuk di penghujung masa sekolah dasar mereka.
Selain itu, pihak sekolah secara konsisten melakukan pendekatan personal kepada siswa guna menekan rasa cemas. Upaya ini dilakukan agar anak-anak dapat mengerjakan soal dengan konsentrasi penuh tanpa dihantui rasa takut akan kegagalan atau tekanan nilai yang berlebihan.
”Pendekatan guru ke siswa itu utama. Sebelum ujian pun kita ada istigosah bareng, doa bersama pihak sekolah. Kita tekankan ke anak-anak, kalau kita sudah berusaha, berdoa, dan belajar rajin, insyaallah usaha tidak akan mengkhianati hasil,” tambahnya.
Selain penguatan mental di sekolah, Jujun juga menyoroti pentingnya pembatasan aktivitas luar yang tidak mendesak. Ia mengimbau para siswa untuk mengurangi waktu bermain, terutama bagi siswa laki-laki yang gemar bermain bola, demi menjaga kebugaran fisik selama pekan ujian berlangsung.
Dalam hal ini, kata Jujun, peran orang tua di rumah pun dianggap sebagai kunci keberhasilan. Kolaborasi antara guru dan wali murid menjadi jembatan agar pendidikan karakter dan kedisiplinan tetap berjalan selaras, baik saat anak berada di lingkungan sekolah maupun saat sedang berada di rumah.
”Ini kolaborasi antar guru dengan orang tua. Karena orang tua di sekolah itu guru-gurunya, kalau di rumah ya orang tuanya. Jadi harus kerja sama supaya di rumah juga belajar pelajaran yang sama seperti di sekolah,” jelasnya.(duy)
Sumber:
