SDN Cipondoh 5 Gencarkan Literasi Lewat Perpustakaan Keliling
PERPUSTAKAAN KELILING: Siswa SDN Cipondoh 5 sedang mengambil buku di mobil perpustakaan keliling yang didampingi oleh Shandra Maulana, Staf Operator Perpustakaan Keliling.(Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, CIPONDOH — SDN Cipondoh 5 Kota Tangerang menggencarkan literasi siswa melalui perpustakaan keliling. Kegiatan ini merupakan sebuah bentuk kolaborasi antara sekolah dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang.
Kehadiran layanan jemput bola ini juga merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membangun budaya literasi sejak dini. Kepala SDN Cipondoh 5, Nurnadimah mengatakan, perpustaan keliling merupakan agenda rutinitas setiap tiga bulan. Ia menilai, melalui kegiatan ini siswa dapat memperluas wawasan dengan membaca berbagai buku yang telah disediakan.
”Setiap tiga bulan sekali armada ini datang. Anak-anak sangat antusias karena kami sudah membiasakan program literasi setiap hari Selasa,” ujar Nurnadimah kepada Tangerang Ekspres, Rabu (29/4).
Nurnadimah menjelaskan, penguatan literasi kini menjadi urgensi di tengah perubahan kurikulum. Menurutnya, model evaluasi atau ujian saat ini tidak lagi sekadar menghafal, melainkan menuntut daya nalar dan kemampuan membaca teks yang panjang (literasi dan numerasi).
”Kalau dulu ujian bacaannya sedikit, sekarang bacaannya banyak-banyak. Perpustakaan keliling ini menjadi sarana pemanasan agar siswa terbiasa menghadapi teks panjang, sehingga saat ujian nanti mereka tidak pusing lagi,” tuturnya.
Ia menegaskan, pihak sekolah sengaja mengatur jadwal agar siswa tidak merasa asing dengan buku. Dengan komunikasi yang intens bersama pemerintah kota, kehadiran perpustakaan keliling ini dipastikan tetap terjadwal.
Menurut Nurnadimah, kedatangan armada perpustakaan ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan bagian dari jadwal terstruktur pemerintah kota untuk menjangkau sekolah-sekolah. Ia menyebut, koordinasi antara sekolah dan DPAD Kota Tangerang berjalan sangat baik dalam mendukung program literasi daerah.
Di tengah kepungan teknologi digital, kehadiran buku fisik diharapkan mampu menjadi alternatif hiburan bagi anak-anak. Nurnadimah berharap, sentuhan langsung pada lembaran buku dapat mengalihkan ketergantungan siswa terhadap gadget.
”Saya harapkan anak-anak lebih menyukai bacaan fisik dibandingkan main HP. Ini adalah bentuk dukungan sekolah agar mereka lebih berprestasi dan memiliki nilai-nilai karakter yang baik,” pungkasnya.
Melalui sinergi antara sekolah dan pemerintah, SDN Cipondoh 5 optimistis, kebiasaan membaca yang dibangun saat jam istirahat hari ini akan menjadi fondasi kecerdasan siswa di masa depan.(duy)
Sumber:
