BJB FEBRUARI 2026

DPMD Pastikan Tak Ada Desa Minim Potensi

DPMD Pastikan Tak Ada Desa Minim Potensi

Kepala DPMD Kabupaten Serang Rudy Suhartanto saat diwawancarai wartawan di depan gedung Setda Kabupaten Serang, Kamis (23/4). (AGUNG GUMELAR/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Pember­da­yaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Serang me­mastikan dari 326 desa di Kabupaten Serang, tidak ada satupun desa yang tidak me­miliki potensi.

Semuanya dipastikan sudah mempunyai potensi untuk terus dikembangkannya supa­ya dapat meningkatkan per­eko­nomian masyarakat di desanya.

Kepala DPMD Kabupaten Serang Rudy Suhartanto me­nga­takan, semua desa kini sudah mempunyai potensinya masing-masing untuk dikem­bangkan, bahkan ada desa yang sampai kebingungan mau menggali potensi apa lagi yang bisa menghasilkan karena semuanya sudah dilakukan.

"Sekarang malah semua se­makin bingung karena infra­struktur sudah selesai, bingung menemukan atau kenali po­tensi lagi, jadi susah desa ini mau mengutamakan apa dulu untuk dikembangkan lagi," katanya kepada wartawan saat diwawancarai di depan gedung Setda Kabupaten Serang, Ka­mis (23/4).

Rudy mengatakan, peran DPMD Kabupaten Serang se­karang ini lebih ke mem­bantu desa agar lebih pandai mencer­mati dari ide yang sudah ada atau baru direncanakan untuk dikembangkan.

Hal itu dilakukan untuk me­ning­katkan status desa dari yang awalnya berkembang menjadi maju, atau yang asalnya status desanya maju menjadi mandiri.

"Itu yang harus kita bantu, sekarang kami DPMD harus muter-muter desa, untuk lebih sering ajak ngobrol kepala desa, agar nanti tidak lagi bi­ngung untuk bisa mencer­mati kurangnya apa. Karena lebih gampang meningkatkan status desa dari tertinggal ke berkem­bang, daripada berkembang ke maju maupun dari maju ke mandiri," ujarnya.

Dikatakan Rudy, pihaknya sekarang ini lebih fokus men­dorong desa ke arah pember­dayaan ekonomi masyarakat, yang hasilnya bisa menjadikan desa sebagai desa tematik atau desa yang ditata dengan kon­sep khusus, unik, dan memiliki identitas kuat berdasarkan potensi lokal, budaya, atau usaha masyarakat.

"Saya senang sekarang meli­hat desa potensinya banyak, seperti ada yang punya bioflok lele atau nila, ada desa melon, desa semangka, ada desa hi­dro­ponik, bahkan ada desa petelur ayam, ini menunjukkan potensi desa itu sangat besar," ucapnya. (agm)

Sumber: