Jamin Kuota Pupuk Cukup hingga Akhir Tahun
Padi di area pesawahan di Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak sudah menghijau, Kamis (16/4). (AHMAD FADILAH/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Dinas Pertanian (Distan) setempat menjamin kuota pupuk tahun 2026. Yakni urea sebanyak 23.167 ton, NPK 25.449 ton, dan pupuk jenis organik 390 ton. Pupuk untuk petani tersebut dipastikan mencukupi hingga Desember 2026.
Deni Iskandar, Kepala Bidang Produksi Distan Kabupaten Lebak Deni Iskandar mengatakan, persediaan pupuk bersubsidi di daerahnya melimpah, sehingga dipastikan tidak terjadi kelangkaan.
"Jika ada yang menyebut pupuk langka itu aneh, karena kuota yang diberikan oleh pusat sudah dihitung sesuai kebutuhan petani," kata Deni kepada wartawan, di Rangkasbitung, Kamis (16/4).
Deni menuturkan, untuk pupuk bersubsidi jenis urea sudah direalisasikan untuk musim tanam Januari-Maret 2026 sebanyak 950 ton, pupuk NPK sebanyak 129 ton, sedangkan untuk pupuk jenis organik hingga kini belum ada realisasi.
"Kami mendistribusikan pupuk subsidi sesuai dengan kebutuhan petani dalam pengajuan rencana definitif kebutuhan lelompok (RDKK), sehingga kami pastikan tepat sasaran," ujarnya.
Menurut dia, selama ini, petani mudah mengakses pupuk bersubsidi dengan membeli di tingkat distributor maupun agen resmi.
"Petani juga dapat mengolah sendiri pupuk organik yang terbuat dari kotoran ternak maupun jerami sampah untuk dijadikan kompos," tuturnya.
Penggunaan pupuk organik sangat membantu untuk mengurangi kerusakan tanah pertanian dan ramah lingkungan, sehingga petani tidak mengandalkan pada pupuk kimia.
"Kami minta petani tetap dapat menggunakan pupuk yang berimbang antara organik dan nonorganik guna meminimalisasi biaya produksi," paparnya.
Lanjut dia, untuk harga pupuk subsidi jenis pupuk urea Rp1.800 per kilogram (kg), dan jika per sak ukuran 50 kilogram sebesar Rp90.000.
Pupuk NPK Rp1.840 per kg dan per sak 50 kg mencapai Rp92.000.
"Harga pupuk bersubsidi itu dijual di agen resmi turun sekitar 20 persen dari sebelumnya, sehingga meringankan beban ekonomi petani," paparnya.
Andri, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak mengaku, selama dua tahun terakhir, pasokan pupuk bersubsidi lancar, sehingga petani merasa tenang untuk bercocok tanam padi karena tidak kesulitan pupuk.
"Kami berharap pendistribusian pupuk bersubsidi di kios resmi berjalan lancar dan bisa diserap petani," ucapnya. (fad)
Sumber:
