BJB FEBRUARI 2026

SDN Tobat II Optimis Siswa Hadapi TKA

SDN Tobat II Optimis Siswa Hadapi TKA

UPACARA: Siswa-siswi saat upacara di SDN Tobat II. SDN Tobat II optimis siswanya siap menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).(Muhammad Najib/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, BALARAJA — SDN Tobat II optimis siswanya siap menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Pasalnya, sekolah yang berlokasi di wilayah Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang ini telah melakukan berbagai persiapan.

Kepala SDN Tobat II  Yuli Herliani menu­turkan, pihak sekolah sebelumnya telah menggelar geladi sebagai bagian dari simulasi awal pelaksanaan TKA bagi siswa. Ia menu­turkan, meskipun fasilitas yang dimiliki sekolah terbatas, hal tersebut tidak menjadi hambatan utama dalam memberikan pem­bekalan kepada siswa.

”Kemarin kita sudah geladi ya, sudah me­laksanakan geladi, cuma kita tempatnya seperti ini, terbatas, jadi itu anak-anak kita bimbingan aja karena kita sudah membeli buku TKA, jadi tinggal bimbingan saja ke anak-anak,” ujar Yuli, Selasa, (31/3/2026).

Lebih lanjut ia menjelaskan, proses bim­bingan dilakukan secara langsung atau tatap muka di sekolah. Metode ini dipilih agar siswa dapat lebih mudah memahami materi dan berinteraksi langsung dengan guru. Yuli juga mmengaku dirinya turut terlibat langsung dalam membimbing siswa selama proses persiapan berlangsung.

Ia menuturkan, latihan difokuskan pada pengerjaan soal-soal yang terdapat dalam buku TKA, sehingga siswa menjadi lebih familiar dengan bentuk soal yang akan di­hadapi. Ia menjelaskan bahwa langkah ter­sebut dilakukan agar siswa tidak merasa kaget saat menghadapi soal berbasis layar saat pelaksanaan TKA nanti.

Menurutnya, pengalaman sebelumnya seperti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) juga menjadi bekal tambahan bagi siswa dalam menghadapi ujian. Ia menilai bahwa soal TKA memiliki tingkat kesulitan tersendiri karena menuntut pemahaman mendalam, bukan sekadar hafalan.

”Soal itu tidak segampang yang biasa, tapi kita butuh pemahaman dari uraian soalnya. Benar-benar butuh pemahaman,” jelasnya.

Terkait harapan hasil, Yuli mengaku pihak sekolah memilih untuk tetap optimistis terhadap capaian siswa. Ia mengatakan bahwa yang terpenting saat ini adalah menumbuhkan semangat belajar dan kepercayaan diri siswa.(jib)

 

Sumber: