SDN Buaran Bambu I Dorong Pembelajaran Teknologi Berbasis Internet
TEKNOLOGI: SDN Buaran Bambu I telah menyiapkan siswa dalam pembelajaran teknologi agar siswa bisa tahu tentang perkembangan teknologi.(Randy/Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — SDN Buaran Bambu I, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Kabupaten Tangerang, menegaskan pentingnya pembelajaran teknologi berbasis internet bagi siswa sekolah dasar. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mempersiapkan generasi muda agar tidak gagap teknologi di tengah perkembangan digital yang semakin pesat.
Saat ini, pembelajaran berbasis teknologi sudah diberikan kepada siswa agar siswa tidak tertinggal. Dalam pembelajaran tersebut, siswa diberikan arahan agar tidak salah dalam mengakses internet.
Kepala SDN Buaran Bambu I Arif Ropii mengatakan, pengenalan dan pemanfaatan internet dalam proses belajar mengajar sudah menjadi kebutuhan. Penggunaan internet dalam pembelajaran dapat membantu siswa mencari referensi tambahan, mengakses materi pembelajaran interaktif, hingga mengenal berbagai informasi terbaru yang relevan dengan pelajaran di kelas. Dengan demikian, siswa tidak hanya terpaku pada buku teks, tetapi juga dapat memperluas cakrawala pengetahuan.
“Di era digital seperti sekarang ini, anak-anak harus diperkenalkan dengan teknologi sejak dini. Internet bukan hanya untuk hiburan, tetapi bisa menjadi sumber belajar yang sangat luas. Kami ingin siswa tidak gagap teknologi dan mampu memanfaatkan internet secara positif untuk menambah wawasan mereka,” ujar Arif kepada Tangerang Ekspres, Kamis (19/2).
Arif menjelaskan, pihak sekolah secara bertahap mulai mengintegrasikan penggunaan internet dalam kegiatan belajar. Guru diarahkan untuk memberikan tugas yang mendorong siswa mencari informasi dari sumber daring yang terpercaya, tentunya dengan pendampingan.
“Kami mengarahkan para guru untuk membimbing siswa saat menggunakan internet. Anak-anak perlu diajarkan bagaimana cara mencari informasi yang benar, memilah sumber yang valid, dan memahami etika dalam dunia digital. Ini bagian dari literasi digital yang harus dibangun sejak sekolah dasar,” katanya.
Meski demikian Arif menegaskan, penggunaan internet di lingkungan sekolah tetap harus berada dalam pengawasan ketat. Hal ini dilakukan untuk mencegah siswa mengakses konten yang tidak sesuai dengan usia mereka.
“Internet itu seperti dua sisi mata pisau. Di satu sisi sangat bermanfaat, tetapi di sisi lain juga memiliki potensi risiko. Karena itu, pengawasan menjadi hal yang wajib. Kami tidak ingin siswa membuka akses di luar kepentingan pembelajaran,” tegasnya.
Ia menambahkan, sekolah juga berkoordinasi dengan orang tua agar pengawasan tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga di rumah. Peran keluarga dinilai sangat penting dalam membentuk kebiasaan penggunaan internet yang sehat.
“Kami mengimbau orang tua untuk ikut mendampingi anak saat menggunakan gawai di rumah. Pendidikan digital tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Harus ada sinergi antara guru dan orang tua,” ungkap Arif.
Selain itu, pihak sekolah juga memberikan pemahaman kepada siswa tentang bahaya penyalahgunaan internet, seperti penyebaran hoaks, perundungan siber, maupun kecanduan gawai. Edukasi tersebut disampaikan secara sederhana dan sesuai dengan tingkat pemahaman siswa sekolah dasar.
“Anak-anak harus tahu bahwa tidak semua informasi di internet itu benar. Mereka harus belajar berpikir kritis. Kami ingin membentuk siswa yang cerdas secara akademik sekaligus bijak dalam menggunakan teknologi,” lanjutnya.
Dengan langkah tersebut, SDN Buaran Bambu I berharap para siswa mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai positif. Pembelajaran teknologi berbasis internet diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membekali siswa dengan keterampilan abad 21.
“Harapan kami, siswa SDN Buaran Bambu I tumbuh menjadi generasi yang melek teknologi, kreatif, dan bertanggung jawab. Internet harus menjadi alat untuk belajar dan berkarya, bukan untuk hal-hal yang merugikan,” tutupnya.(ran)
Sumber:
