Bazar Ramadan Akan Digelar di 7 Kecamatan, Antisipasi Lonjakan Harga
Warga memadati bazar ramadan yang diadakan Pemkot Tangsel di halaman kantor Kecamatan Pamulang tahun lalu. -Dok. Tangerang Ekspres -
TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Pemkot Tangsel akan menggelar bazar atau pasar murah selama Ramadan 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan dan menstabilkan harga kebutuhan pokok di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tangsel Yepi Suherman mengatakan, bazar murah akan digelar di tujuh kecamatan yang ada di Tangsel.
“Bazar akan diadakan di tujuh kecamatan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama ramadan,” ujarnya kepada TANGERANGEKSPRES.ID, Senin (23/2).
Yepi menambahkan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan warga, tetapi juga sebagai upaya pengendalian inflasi daerah dan stabilisasi harga sembilan bahan pokok.
“Bazar murah ini melibatkan berbagai multi sektor, mulai dari pedagang, dinas terkait, Dharma Wanita, PKK, dan lainnya,” tambahnya.
Rencananya, bazar murah akan mulai dilaksanakan pada pertengahan ramadan. ”Selain itu, kami juga akan menggelar pasar murah rutin setiap pekan dengan jadwal bergilir di tiap kecamatan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Tangsel Ucok Siagian mengatakan, berdasarkan pemantauan, harga bahan pokok di Tangsel sempat mengalami deflasi cukup tajam pada Januari 2026.
Indeks Perkembangan Harga (IPH) tercatat turun bertahap dari minus 1,88 persen hingga minus 3,51 persen dalam empat pekan. “Komoditas yang menyumbang deflasi di antaranya cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan daging ayam ras,” ujarnya.
Ucok menambahkan, penurunan harga tersebut dipicu peningkatan pasokan dari daerah sentra produksi yang memasuki masa panen serta peningkatan produksi peternak. Namun, memasuki Februari 2026, tren harga mulai berbalik naik. Pada pekan pertama Februari, inflasi tercatat sebesar 1,27 persen, didorong kenaikan harga cabai rawit.
“Berdasarkan pemantauan hingga pertengahan Februari, komoditas yang mengalami kenaikan antara lain cabai rawit, cabai merah, bawang merah, telur ayam ras, daging ayam ras, dan minyak goreng curah,” ujarnya.
Ucok mengaku, untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga selama ramadan, pihaknya menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya pemantauan stok dan harga bahan pokok, pelaksanaan bazar ramadan di tujuh kecamatan, serta Gerakan Pangan Murah yang direncanakan mulai awal Maret 2026 bersama dinas terkait.
“Kami berharap langkah ini dapat menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama ramadan,” tutupnya. (bud)
Sumber:
