Kegiatan Siswa SMPN 1 Sukadiri, Liburkan Ekskul, Perbanyak Kegiatan Keagamaan
EKSKUL: Selama bulan Ramadan, SMPN 3 Sukadiri meliburkan kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan berat lainnya.(Randy/Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Memasuki bulan suci Ramadan, SMPN 1 Sukadiri, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, mengambil kebijakan untuk meliburkan seluruh kegiatan ekstrakurikuler (Ekskul) dan aktivitas berat lainnya. Sebagai gantinya, pihak sekolah akan memperbanyak kegiatan keagamaan.
Kebijakan tersebut dilakukan guna memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih fokus menjalankan ibadah puasa, serta meningkatkan kualitas spiritual selama Ramadan. SMPN 1 Sukadiri berkomitmen menjadikan bulan suci Ramadan sebagai sarana pembinaan karakter religius dan penguatan nilai-nilai spiritual bagi seluruh peserta didik.
Kepala SMPN 1 Sukadiri Rizki Amelia menegaskan, langkah ini merupakan bentuk kepedulian sekolah terhadap kondisi fisik dan spiritual peserta didik selama menjalankan ibadah puasa.
“Selama bulan suci Ramadan, kami meliburkan kegiatan ekstrakurikuler dan aktivitas yang membutuhkan tenaga ekstra agar siswa dapat lebih fokus beribadah. Kami ingin anak-anak menjalankan puasa dengan nyaman, tetap sehat, dan tidak terbebani oleh kegiatan yang terlalu menguras energi,” ujar Rizki Amelia kepada Tangerang Ekspres, Selasa (17/2).
Menurutnya, Ramadan merupakan momentum yang sangat tepat untuk membentuk karakter religius siswa. Oleh karena itu, sekolah justru akan memperbanyak kegiatan keagamaan sebagai pengganti aktivitas ekstrakurikuler yang diliburkan.
“Ramadan adalah bulan penuh berkah dan pembelajaran. Kami ingin memanfaatkan momen ini untuk memperkuat nilai-nilai keimanan dan ketakwaan siswa. Kegiatan keagamaan seperti tadarus Al-Qur’an, kajian Islami, salat Dhuha berjamaah, serta ceramah keagamaan akan kami tingkatkan,” jelasnya.
Selain itu, SMPN 1 Sukadiri juga telah menyiapkan program pesantren kilat yang akan diikuti oleh seluruh siswa. Kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman lebih mendalam tentang ajaran Islam sekaligus membentuk akhlak mulia di kalangan pelajar.
“Pesantren kilat menjadi agenda utama kami selama Ramadan. Di dalamnya, siswa tidak hanya mendapatkan materi keagamaan, tetapi juga pembinaan karakter, kedisiplinan, serta pembiasaan ibadah sehari-hari. Kami ingin mereka merasakan suasana Ramadan yang khusyuk dan bermakna,” paparnya.
Ia menegaskan bahwa meski kegiatan ekstrakurikuler diliburkan, proses pembelajaran akademik tetap berjalan dengan penyesuaian jadwal agar tidak terlalu membebani siswa.
“Kami tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar sesuai kalender akademik, namun dengan durasi dan intensitas yang disesuaikan. Prinsipnya, keseimbangan antara akademik dan spiritual harus tetap terjaga,” katanya.
Rizki berharap, kebijakan ini dapat memberikan dampak positif bagi siswa, baik dari sisi spiritual maupun pembentukan karakter. Selain itu, selama Ramadan siswa diminta untuk tetap fokus terhadap ibadah puasa yang mereka lakukan.
“Kami ingin Ramadan ini menjadi momen refleksi bagi seluruh warga sekolah. Harapannya, setelah Ramadan, siswa tidak hanya kembali dengan semangat belajar yang tinggi, tetapi juga dengan akhlak yang lebih baik, sikap yang lebih santun, serta keimanan yang semakin kuat,” tutupnya.(ran)
Sumber:
