BJB FEBRUARI 2026

Kegiatan Siswa SMPN 1 Sukadiri, Liburkan Ekskul, Perbanyak Kegiatan Keagamaan

Kegiatan Siswa SMPN 1 Sukadiri, Liburkan Ekskul, Perbanyak Kegiatan Keagamaan

EKSKUL: Selama bulan Ramadan, SMPN 3 Sukadiri meliburkan kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan berat lainnya.(Randy/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Memasuki bulan suci Ramadan, SMPN 1 Sukadiri, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, meng­ambil kebijakan untuk meli­burkan seluruh kegiatan ekstra­kurikuler (Ekskul) dan aktivitas berat lainnya. Sebagai gantinya, pihak sekolah akan memper­banyak kegiatan keagamaan.

Kebijakan tersebut dilakukan guna memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih fokus menjalankan ibadah puasa, serta meningkatkan kualitas spiritual selama Ramadan. SMPN 1 Sukadiri berkomitmen menjadikan bulan suci Rama­dan sebagai sarana pembinaan karakter religius dan penguatan nilai-nilai spiritual bagi seluruh peserta didik.

Kepala SMPN 1 Sukadiri Rizki Amelia menegaskan, langkah ini merupakan bentuk kepe­dulian sekolah terhadap kondisi fisik dan spiritual peserta didik selama menjalankan ibadah puasa.

“Selama bulan suci Ramadan, kami meliburkan kegiatan eks­trakurikuler dan aktivitas yang membutuhkan tenaga ekstra agar siswa dapat lebih fokus beribadah. Kami ingin anak-anak menjalankan puasa de­ngan nyaman, tetap sehat, dan tidak terbebani oleh kegiatan yang terlalu menguras energi,” ujar Rizki Amelia kepada Tange­rang Ekspres, Selasa (17/2).

Menurutnya, Ramadan meru­pa­kan momentum yang sangat tepat untuk membentuk karak­ter religius siswa. Oleh karena itu, sekolah justru akan mem­perbanyak kegiatan keagamaan sebagai pengganti aktivitas ekstrakurikuler yang diliburkan.

“Ramadan adalah bulan pe­nuh berkah dan pembelajaran. Kami ingin memanfaatkan mo­­men ini untuk memperkuat nilai-nilai keimanan dan ketak­waan siswa. Kegiatan keaga­maan seperti tadarus Al-Qur’an, kajian Islami, salat Dhuha ber­ja­maah, serta ceramah ke­aga­maan akan kami tingkatkan,” jelasnya.

Selain itu, SMPN 1 Sukadiri juga telah menyiapkan program pesantren kilat yang akan diikuti oleh seluruh siswa. Kegiatan tersebut dirancang untuk mem­berikan pemahaman lebih men­dalam tentang ajaran Islam sekaligus membentuk akhlak mulia di kalangan pelajar.

“Pesantren kilat menjadi agen­da utama kami selama Ramadan. Di dalamnya, siswa tidak hanya mendapatkan ma­teri keaga­maan, tetapi juga pembinaan karakter, kedi­sip­linan, serta pembiasaan ibadah sehari-hari. Kami ingin mereka merasakan suasana Ramadan yang khusyuk dan bermakna,” paparnya.

Ia menegaskan bahwa meski kegiatan ekstrakurikuler dili­burkan, proses pembelajaran akademik tetap berjalan dengan penyesuaian jadwal agar tidak terlalu membebani siswa.

“Kami tetap menjalankan ke­­giatan belajar mengajar se­suai kalender akademik, namun dengan durasi dan intensitas yang disesuaikan. Prinsipnya, keseimbangan antara akademik dan spiritual harus tetap terja­ga,” katanya.

Rizki berharap, kebijakan ini dapat memberikan dampak positif bagi siswa, baik dari sisi spiritual maupun pembentukan karakter. Selain itu, selama Ra­­­madan siswa diminta untuk tetap fokus terhadap ibadah puasa yang mereka lakukan.

“Kami ingin Ramadan ini men­­jadi momen refleksi bagi seluruh warga sekolah. Hara­pannya, setelah Ramadan, siswa tidak hanya kembali dengan semangat belajar yang tinggi, tetapi juga dengan akhlak yang lebih baik, sikap yang lebih santun, serta keimanan yang semakin kuat,” tutupnya.(ran)

Sumber: