Kebutuhan Dapur SPPG Masih Jauh dari Target
Amir Hamzah, Ketua Satgas MBG Lebak.--
TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Ketua Satuan Tugas (Satgas) program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Lebak, Amir Hamzah mengaku jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lebak yang sudah beroperasi saat ini masih jauh dari yang ditergetkan oleh pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurut Amir, kuota Dapur SPPG yang ditetapkan BGN untuk Lebak sebanyak 170 Dapur. Namun, hingga saat ini yang sudah beroperasi baru sekitar 63 Dapur SPPG.
Sisanya, kata Amir, ada yang masih dalam proses pembangunan, ada yang sudah siap berjalan, dan ada yang masih titik koordinat.
"Memang penentuan titik dan berdirinya dapur SPPG ini sepenuhnya kewenangan BGN," katanya kepada wartawan di Rangkasbitung, Mingggu (18/1).
Menurutnya, kewenangan Satgas adalah melakukan pengawasan dan melaporkan jika ada Dapur SPPG dalam operasionalnya tidak memenuhi standar BGN.
"Iya, kalau ada yang bandel dan menyalahi aturan, kita bisa merekomendasikan dapur tersebut ke BGN, untuk penindakannya ada pada BGN sepenuhnya," ujarnya.
Amir mengatakan, dirinya bersama tim satgas rutin melakukan pengawsan langsung kepada dapur SPPG. Bahkan, dia langsung tegur jika ditemukan masalah.
"Kami tidak akan terus lakukan pengawasan sesuai tupoksi kami sebagai satgas MBG, karena program MBG ini manfaatnya sudah dirasakan masyarakat, khususnya bagi yang tidak mampu," tuturnya.
Pengelola dapur SPPG di Rangkasbitung yang namanya enggan disebutkan mengaku, dirinya mengelola dua dapur yang sudah berjalan, sedangkan satu lagi belum berjalan dan tinggal menunggu dana dari BGN.
"Dapur SPPG yang belum jalan sudah lengkap semuanya, saat ini tinggal menunggu anggaran turun saja dari BGN," ucapnya. (fad)
Sumber:

