BJB NOVEMBER 2025

Gubernur Sumbang Alat Pengolah Sampah Organik

Gubernur Sumbang Alat Pengolah Sampah Organik

Ketua Bank Sampah The High Jaya Serpong Kecamatan Serpong Kota Tangsel, Anita Yuliana menerima alat bantuan toren POC dan Biogas, di kantornya, Kota Tangsel, Minggu (18/1).--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Gubernur Banten Andra Soni menyumbangkan alat bantuan toren Pupuk Organik Cair (POC) dan Biogas. Alat tersebut diberikan bersumber dari dana pribadi Ketua DPD Gerindra Banten.

Inisiator Toren POC dan Biogas yang juga Ketua Banksasuci Foundation, Ade Yunus mengatakan, bantuan dari Gubernur Banten tersebut diyakini dapat mengolah sampah organik rumah tangga hingga 100 kg per hari dan menghasilkan biogas untuk memasak selama 30-60 menit/hari.

"Ini bantuan bersumber dari dana pribadi Gubernur dan tidak menggunakan dana APBD," katanya, Minggu (18/1).

Ia menjelaskan, bantuan diberikan dalam rangka membantu mengurangi timbunan sampah di Kota Tangerang Selatan khususnya sampah organik dari sumbernya.

"Pak Gubernur Andra memiliki perhatian serius terhadap persoalan Sampah di Tangsel, sambil menunggu Aglomerasi PSEL beroperasi, beliau ingin langkah konkret jangka pendek dalam mengurangi sampah dari sumber," ujarnya.

Ade menambahkan, selain memberikan bantuan fasilitas, atas arahan Gubernur juga meminta Banksasuci untuk melakukan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat dalam mengelola sampah dari sumber agar hanya residunya saja yang dibuang ke TPS maupun TPA.

"Kalau sekedar alat siapapun bisa buat, tantangannya justru pada pendampingan dan edukasi kepada masyarakat dalam mengelola sampah dari rumah, Insya Allah melalui pendampingan secara berkelanjutan semangat zero waste dapat terwujud," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Bank Sampah The High Jaya Serpong Kecamatan Serpong Kota Tangsel, Anita Yuliana mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Banten atas perhatian dalam memberikan fasilitas serta melakukan pendampingan edukasi kepada Bank Sampah yang dikelolanya.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur atas bantuan yang diberikan, Bank Sampah kami tetap berjalan di tengah darurat sampah meskipun dalam keterbatasan, namun dengan dukungan dari Pak Gubernur melalui fasilitas dan pendampingan kami kembali bersemangat," tuturnya.

Menurut Anita, pengelolaan sampah organik menjadi tantangan dalam mengelola sampah di wilayahnya mengingat ujicoba menggunakan budidaya maggot juga belum berhasil dan butuh ketekunan.

"Kita pernah budidaya maggot tapi butuh ketekunan dan keuletan khusus, gak gampang, mudah-mudah dengan adanya fasilitas toren POC ini dapat menyelesaikan pengolahan sampah organik di komplek kami," paparnya. (mam)

Sumber: