BJB NOVEMBER 2025

Bangun Pagar, Cegah Pembuang Sampah

Bangun Pagar, Cegah Pembuang Sampah

PAGAR: Pemerintah Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, bersama warga serta Bhabinkamtibmas dan Babinsa membuat pagar di bantaran sungai Cadas untuk antisipasi oknum pembuang sampah sembarangan.-Randy Yasetiawan/Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, SEPATAN TIMUR — Pemerintah Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua RT, Ketua RW, serta masyarakat setempat, bergotong royong membangun pagar di area pinggir sungai yang berada di wilayah Kampung Cadas Tanah Tinggi RT 007 RW 006 Dusun II. Pembangunan pagar tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap pelaku atau oknum masyarakat yang kerap membuang sampah sembarangan di titik bantaran sungai tersebut.

Kegiatan gotong royong ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan sekaligus langkah nyata pemerintah desa dalam menjaga kelestarian sungai. Selama ini, area pinggir sungai di Kampung Cadas Tanah Tinggi kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah liar, yang berdampak pada pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, hingga berpotensi menyebabkan banjir saat musim hujan.

Kepala Desa Lebak Wangi Samsudin mengatakan, pembangunan pagar tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama antara pemerintah desa, aparat kewilayahan, dan masyarakat. Menurutnya, langkah ini diambil setelah melihat kondisi sungai yang semakin memprihatinkan akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Pembangunan pagar di pinggir sungai ini bukan semata-mata untuk membatasi akses, tetapi sebagai bentuk upaya pencegahan agar tidak ada lagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan di bantaran sungai,” ujar Samsudin saat ditemui Tangerang Ekspres di lokasi kegiatan, Selasa (13/1).

Samsudin menjelaskan, sungai memiliki peran penting bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar. Jika terus tercemar sampah, kata dia, dampaknya akan kembali dirasakan oleh warga sendiri, mulai dari terganggunya aliran air hingga munculnya berbagai penyakit.

“Kami sering mendapatkan keluhan dari warga terkait bau dan tumpukan sampah di sungai. Kalau ini dibiarkan terus-menerus, dampaknya akan sangat merugikan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah desa bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, RT, RW, dan warga sepakat untuk melakukan langkah konkret dengan membangun pagar,” jelasnya.

Lebih lanjut, Samsudin menegaskan bahwa kegiatan gotong royong ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kembali kesadaran dan rasa memiliki masyarakat terhadap lingkungan sekitar. Ia berharap dengan adanya pagar tersebut, masyarakat semakin sadar bahwa sungai harus dijaga bersama, bukan dijadikan tempat pembuangan sampah.

“Gotong royong ini adalah wujud kebersamaan dan kepedulian kita semua. Kami ingin masyarakat merasa memiliki sungai ini, sehingga timbul kesadaran untuk menjaga kebersihan dan tidak merusaknya,” katanya.

Samsudin juga mengapresiasi keterlibatan semua pihak yang ikut serta dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa, aparat TNI-Polri, serta unsur masyarakat sangat penting dalam menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang selalu mendukung setiap kegiatan positif di desa. Peran RT, RW, dan masyarakat juga sangat luar biasa. Tanpa kebersamaan, kegiatan seperti ini tidak akan berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Ia menambahkan, setelah pembangunan pagar selesai, pemerintah desa akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Pemerintah desa juga akan berkoordinasi dengan RT dan RW untuk melakukan pengawasan secara berkala di sekitar bantaran sungai.

“Kami tidak ingin pembangunan pagar ini hanya bersifat sementara. Ke depan, kami akan terus melakukan edukasi dan pengawasan. Jika masih ada oknum yang sengaja membuang sampah di sungai, tentu akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Samsudin berharap, dengan adanya pagar dan pengawasan yang lebih intensif, kondisi sungai di Kampung Cadas Tanah Tinggi dapat kembali bersih dan terjaga. Ia juga mengajak seluruh masyarakat Desa Lebak Wangi untuk bersama-sama menjaga lingkungan demi kenyamanan dan kesehatan bersama.

“Lingkungan yang bersih adalah tanggung jawab kita semua. Mari kita jaga sungai ini agar tetap bersih, indah, dan bermanfaat bagi generasi yang akan datang,” tutupnya. (ran)

Sumber: