Pemkot Dorong Warga Bentuk Bank Sampah
Sejumlah warga menunggu penimbangan sampah anorganik di bank sampah yang ada di Kelurahan Pamulang Timur, Pamulang.-Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres -
TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Pemkot Tangsel mendorong masyarakat untuk mengelola sampah dengan baik melalui bank sampah. Ini adalah salah satu upaya untuk mengurangi penumpukan sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang tepat.
Melalui bank sampah pemerintah berharap masyarakat memilah dan mengelola sampah organik dan anorganik. Dengan bank sampah, masyarakat dapat menukarkan sampah anorganik yang memiliki nilai dengan uang.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, sampah menjadi persoalan serius yang saat ini dialami Kota Tangsel. Sehingga semua unsur atau elemen masyarakat turut ambil bagian agar masalah sampah segera dapat diatasi.
”Saat ini sedang pelaksaan Musrenbang tingkat kelurahan dan saya mendorong untuk membuat bank sampah. Bank sampah ini sudah saya instruksikan, malah saya sudah membuat Keputusan Walikota (Kepwal),” ujarnya, Rabu, 14 Januari 2026.
Pria yang biasa disapa Pak Ben tersebut mengaku, lantaran sudah ada instruksi dan Kepwalnya maka akan dibahas di tingkat Musrenbang dan lubang biopori juga akan instruksikan semua.
Selain tu, setiap rumah tangga juga diharapkan membuat lubang biopori sebanyak mungkin. ”Di rumah teman-teman wartawan, juga di kelurahan sudah saya minta beberapa membuat Teba, membuat biopori dengan diameter tertentu untuk membuat sampah organik. Jadi jangan semuanya diturunin di pinggir jalan, ke TPA, gak akan selesai,” tambahnya.
Menurutnya, dukungan yang diberikan Pemkot Tangsel untuk bank sampah tentu ada. Pihaknya akan melakukan intervensi kalau masyarakat sudah membentuk bank sampah. Misalnya bantuan terkait timbangan dan bahkan dari Kementerian Lingkungan Hidup nantinya akan menyiapkan pengepulnya (offtakernya).
”Pengepulnya itu nanti oleh Kementerian Lingkungan Hidup nanti akan diberikan daftarnya, dan itu akan menyerap semua produk-produk dari bank sampah kita. Tapi jumlah bank sampah kita harus lebih banyak lagi,” tutupnya. (bud)
Sumber:

