BJB NOVEMBER 2025

Belum Ditemukan Kasus di Tiga Daerah, Waspadai Virus Super Flu

Belum Ditemukan Kasus di Tiga Daerah, Waspadai Virus Super Flu

Kepala Bidang P2P pada Dinkes Kabupaten Serang Istianah Hariyanti.(AGUNG GUMELAR/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, BANTEN — Munculnya penyakit influenza yang dikenal dengan ‘Super Flu’ saat ini tengah menjadi perbincangan dan memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Super Flu disebabkan oleh virus Influenza A (H3N2) Subclade K. 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengonfirmasi temuan virus Super Flu Subclade K, varian baru dari Influenza A H3N2. Hal itu menyusul laporan penyebaran virus di delapan provinsi di Indonesia dengan karakter gejala yang lebih berat dan muncul secara mendadak dibandingkan flu musiman biasa.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, pihaknya telah menerima laporan warga dengan keluhan flu.

"Tapi, hingga saat ini kepastian apakah kasus ini termasuk Super Flu Subclade K masih menunggu hasil uji laboratorium dari sampel yang telah dikirim ke Kementerian Kesehatan," ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (13/1).

Allin menambahkan, secara klinis gejala Super Flu Subclade K memang mirip dengan influenza pada umumnya namun, intensitas keluhannya cenderung lebih berat.

"Kami saat ini terus memantau ketat terhadap kondisi kesehatan masyarakat sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium," tambahnya.

Pihaknya melakukan upaya skrining terhadap penyakit mirip influenza dilakukan sejak awal 2025. Salah satunya melalui Puskesmas Serpong 1 yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan sebagai fasilitas pelayanan Influenza Like Illness (ILI). Dimana setiap kasus yang dicurigai dilakukan pemeriksaan dan contohnya dikirim ke laboratorium Kementerian Kesehatan.

"Hasilnya nanti kami terima langsung dari Kemenkes," jelasnya.

Mantan Direktur RSU Kota Tangsel tersebut mengungkapkan, super flu memiliki kemiripan dengan flu pada umumnya, seperti demam, pilek, batuk, hingga nyeri tenggorokan. Tapi, tingkat keparahannya tidak setinggi Covid-19.

“Berdasarkan informasi dari organisasi kesehatan dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan, gejala Super Flu ini tidak separah Covid-19 dan tidak menyebabkan kematian,” tuturnya.

Allin mengungkapkan, meskipun belum ditemukan kasus namun pihaknya tetap melakukan langkah antisipasi untuk mencegah potensi lonjakan kasus. Upaya yang dilakukan seperti kesiapan sarana dan prasarana layanan kesehatan dan peningkatan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan influenza tipe A.

“Fasilitas kesehatan kami siapkan dan masyarakat juga terus kami edukasi agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan,” tuturnya.

Allin minta masyarakat untuk menjaga kesehatan fisik dan mental secara seimbang. Perkuat imunitas tubuh, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), cuci tangan, istirahat cukup, makan bergizi dan vaksinasi influensa. Bila kita sakit, tetap berada di rumah dan istirahat yang cukup. 

Di Kabupaten Serang,  sejauh ini nol kasus atau tidak ditemukan adanya warga yang terpapar. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinkes Kabupaten Serang Istianah Hariyanti mengatakan, sampai sekarang belum ada yang melaporkan kasus Super Flu dari Puskesmas se Kabupaten Serang. Apabila ada, tentunya harus melalui pemeriksaan laboratorium untuk bisa mengetahui penyakit yang dialami penderita ini Super Flu atau bukan.

Sumber: