BJB NOVEMBER 2025

Gubernur Akui Banjir Akibat Drainase Buruk

Gubernur Akui Banjir Akibat Drainase Buruk

Gubernur Banten Andra Soni.--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Gubernur Banten Andra Soni mengakui bahwa kejadian banjir di sejumlah wilayah yang ada di Banten diakibatkan oleh sistem drai­nase yang buruk. Maka drai­nase yang masih menjadi ken­dala utama harus segera dibenahi, khu­susnya di wilayah perkotaan.

"Kemarin hidrometeorologi benar-benar terjadi curah hu­jan sangat tinggi nah di sini kita diingatkan di awal ternyata drainase kita (buruk)," katanya di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Selasa (13/1).

Maka dari itu, masalah ini harus segera diselesaikan, namun hal ini perlu dilakukan koordinasi antarpemerintah dan instansi terkait lainnya.

"Kita harus sudah mulai berpikir drainase perkotaan ini harus kita koordinasikan, lagi-lagi saya sampaikan bahwa ini harus kita koordinasikan," ujarnya.

Ia mencontohkan, terdapat beberapa daerah yang rutin terdampak banjir setiap kali hujan turun. Seperti di wilayah Padarincang, Kabupaten Se­rang, dan Kota Cilegon. 

Bahkan kali ini adanya pe­ningkatan intensitas banjir yang cukup signifikan.

"Di Kota Cilegon selalu banjir setiap kali turun hujan, tapi sekarang makin tinggi, biasa­nya setinggi pinggang, seka­rang sampai setinggi dada orang dewasa," tuturnya.

Menurut Andra, selain kare­na intensitas hujan yang tinggi dan drainase yang buruk, banjir juga disebabkan oleh perubahan fungsi aliran su­ngai, hingga adanya tam­bang ilegal. "Selain cuaca, ada per­ubahan fungsi aliran sungai, dan kami meminta seluruh tambang ilegal di sekitar situ ditindak," tegasnya.

Ia menuturkan, Pemprov Banten saat ini tengah menem­puh beberapa langkah taktis untuk meminimalisir dampak bencana, di antaranya norma­lisasi sungai, dengan melaku­kan pengerukan sungai dan danau yang mengalami pen­dangkalan.

"Kemudian kami bekerja sama dengan Balai BBWSC3, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA untuk menangani wilayah konservasi seperti Rawa Danau," jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, Andra berha­rap pada tahun depan peme­rintah daerah dapat mem­perkuat armada infrastruktur.

Sebab jika pengelolaan drainase dan normalisasi tidak segera ditangani secara serius, potensi bencana yang lebih besar akan terus mengancam di tahun-tahun mendatang.

"Saya berharap tahun depan kita bisa melakukan pembelian alat seperti ekskavator amfibi. Dengan alat ini, saat musim kering kita bisa terus me­la­kukan normalisasi secara perlahan namun konsisten," ungkapnya. (mam)

Sumber: