Bupati Zakiyah Sebut Produksi Padi Surplus
BERI BANTUAN: Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah memberikan bantuan kepada warga saat acara panen raya di Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Rabu (7/1). (PEMKAB SERANG UNTUK TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menghadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden Prabowo Subianto melalui video conference bersama Gubernur Banten Andra Soni di Tasikardi, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Rabu (7/1).
Zakiyah mengatakan bahwa Kabupaten Serang menjadi salah satu penyumbang produksi padi untuk swasembada pangan di Provinsi Banten. Terlebih, ia menyebutkan pada tahun 2025, produksi padi di Kabupaten Serang mengalami surplus.
"Saya mendapatkan laporan dari Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian bahwa ada peningkatan produktivitas padi di Kabupaten Serang. Kita saat ini ada di angka 22,23 persen untuk angka penambahan panen di Provinsi Banten di bidang pangan,"ujarnya kepada wartawan.
Ia berharap kedepan petani di Kabupaten Serang terus meningkatkan produktivitas padinya.
"Saya yakin dengan berbagai dukungan baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi, produktivitas akan semakin meningkat, khususnya di bidang pangan,"katanya.
Zakiyah merinci bahwa selama tahun 2025, produktivitas padi di Kabupaten Serang mengalami surplus dari target 556 ribu ton, menghasilkan 591 ribu ton.
"Surplus alhamdulillah. Jadi surplus kurang lebih ada 100 ribu ton lebih. Mohon dukungan dari semuanya,"ucapnya.
Meski mengalami surplus, Zakiyah memastikan tidak penambahan lahan pertanian di Kabupaten Serang. Akan tetapi, untuk indeks penanaman atau IP terus mengalami peningkatan.
"Tidak ada lahan baru. Tapi peningkatan IP yang biasa setahun sekali, sekarang tiga kali tanam sehingga panennya bisa meningkat," paparnya.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan untuk luas panen di Provinsi Banten tahun 2025 meningkat sebesar 16,76 persen yang sebelumnya 299 ribu hektare lebih, menjadi 349,228 hektare. Kemudian untuk produksi padi tahun 2024 sekitar 1,5 juta ton, tahun 2025 kita meningkat menjadi 16,84 persen menjadi 1,8 persen.
"Artinya kita surplus atau mengalami kenaikan produksi sebanyak 261 ribu ton tahun 2025. Dan ini semua bisa terjadi pertama adalah program Pak Prabowo salah satunya adalah terkait dengan menurunkan harga pupuk, kemudian juga memastikan harga beli gabah dari petani sebesar Rp6.500 sehingga semangat petani juga kembali bangkit. Kemudian perbaikan-perbaikan irigasi yang dilakukan oleh pemerintah baik pusat maupun daerah. Alhamdulillah itu juga mempengaruhi daripada produksi beras di Provinsi Banten," ujarnya.
"Adapun untuk kontribusi tertinggi daerah di Provinsi Banten yakni Kabupaten Pandeglang sebesar 30,81 persen, kemudian disusul Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Serang," katanya.
Turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandi Hartawan dan Unsur Forkopimda Provinsi Banten dan Kabupaten Serang. (ril)
Sumber:

