BJB NOVEMBER 2025

Selebgram Laporkan Dugaan Perzinahan Suami dan Keponakan

Selebgram Laporkan Dugaan Perzinahan Suami dan Keponakan

Sisca Yessica Nurdin Siregar (36) didampingi kuasa hukumnya usai melaporkan suaminya dan keponakannya ke Polres Metro Tangerang Kota, Selasa malam 6 Januari 2026.- Abdul Aziz Muslim/Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Seorang se­leb­gram melaporkan suami dan keponakannya ke Polres Metro Tangerang Kota, Selasa malam, 6 Januari 2026. Pela­poran tersebut dipicu adanya dugaan hubungan perzinahan yang dilakukan kedua terlapor.

Laporan itu tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan La­poran (STPL) Nomor LP/B/37/­I/2026/SPKT/Polres Met­ro Tangerang Kota/Polda Metro Jaya tertanggal 6 Januari 2026. Pelaporan dilakukan pa­da Selasa malam sekitar pu­­kul 19.29 WIB.

Selebgram tersebut adalah Sisca Yessica Nurdin Siregar (36), warga Kelurahan Larangan Utara, Kecamatan Larangan, Kota Ta­ngerang. Bermula dia menaruh curiga adanya hu­bungan perse­lingkungan antara suaminya berinisial RDFS (39) dan kepo­nakannya berinisial ASP (19) dari kedekatannya yang dinilai tidak seperti bia­sanya.

Didampingi kuasa hukumnya, Sisca mengungkapkan, setelah mengantongi bukti-bukti hubu­ngan perselingkuhan antara suami dengan keponakannya, Sisca sempat meminta klari­fikasi kepada kedua terlapor bahkan kepada ibu keponakan­nya yang merupakan kakak kandung dari Sisca sendiri. 

Namun, bukan malah beriti­kad baik, keponakannya itu malah melakukan playing vic­tim atau memutarbalikkan fak­ta bahwa keponakannya tersebut merupakan korban. Padahal, perbuatan perzinahan tersebut dilakukan secara sadar dan berulang.

“Kalau korban itu enggak mung­kin berkali-kali. Korban juga enggak mungkin dengan santainya datang ke rumah setiap hari dan bahkan men­jem­put suami orang untuk ke hotel,” ungkap Sisca saat dite­mui awak Jurnalis di Mapolres Metro Tangerang Kota, Selasa, 6 Januari 2026.

“Booking hotel atas nama dia sendiri, datang pakai kesa­daran sendiri, jalan pakai kaki sendiri. Di mana kategorinya dia adalah korban?,” ujarnya dengan nada geram.

Sisca mengungkapkan, bahwa dugaan perzinahan tersebut ber­dampak besar terhadap kon­disi mental dirinya dan em­pat anak-anaknya. Sisca me­ngaku sangat terpukul ka­rena peristiwa itu melibatkan orang terdekat dalam lingkup keluarga.

“Saya sangat dirugikan. Anak-anak saya dirugikan. Keluarga besar saya juga dirugikan secara mental dan moral,” ungkap Sisca.

”Nah, kalau suami saya sem­pat mengakuinya dan sudah meminta maaf langsung kepada saya. Tapi karena mengulangi lagi makanya saya laporkan keduanya kesini,” sambungnya.

Dikatakan Sisca, hingga saat ini dari pihak keluarga kepona­kannya itu tidak ada iktikad baik maupun permintaan maaf. Bahkan, ia menyebut sempat terjadi ketegangan antar keluar­ga akibat persoalan tersebut.

“Kakak saya si ibunya cewek gatel itu tidak ada malah bersi­kukuh kalau anaknya itu kor­ban. Kalau memang ada iktikad baik, minta maaf  mungkin ma­salah ini enggak sampai ke sini,” ujarnya.

Sisca menambahkan, langkah hukum yang ditempuhnya bu­kan semata-mata untuk ke­pen­tingan pribadi, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan hukum dan pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang.

“Saya lapor bukan karena den­dam, tapi karena saya istri sah dan saya punya hak. Pela­poran ini juga agar menjadi efek jera bagi pelakor atau pe­rempuan-perempuan lainnya untuk berpikir ulang kalau mau merusak rumah tangga orang,” tegasnya.

Sumber: