BJB NOVEMBER 2025

Lelang Pembangunan Alun-alun Dijadwalkan Maret

Lelang Pembangunan Alun-alun Dijadwalkan Maret

Gapura Alun-alun Kota Serang sebagai penanda ruang publik di pusat Kota Serang. (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemkot Serang me­mastikan proyek pembangunan dan revitalisasi Alun-alun Kota Serang akan memasuki tahap lelang pada Maret 2026. Saat ini, proyek tersebut berada pada tahap akhir persiapan setelah melalui koordinasi lintas organisasi pe­rangkat daerah (OPD).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang, Iwan Sunardi, menya­takan kesiapan proyek sudah matang. Revitalisasi Alun-alun merupakan program mandatori yang pengelolaannya melibatkan beberapa OPD, di antaranya sebe­lumnya berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH), semen­tara sebagian sarana dan prasarana menjadi kewenangan Dispora.

“Secara perencanaan dasar sebe­narnya sudah ada. Saat ini kami fokus pada pematangan tahapan sebelum masuk lelang fisik,” ujar­nya, Rabu (7/1).

Ia menjelaskan, DPUPR menda­hulukan lelang konsultan penga­wasan karena membutuhkan waktu lebih panjang. Setelah konsultan ditetapkan, lelang pekerjaan fisik akan dilakukan secara paralel.

Hasil koordinasi dengan DLH dan Dispora turut menghasilkan penyesuaian konsep penataan kawasan. Lapangan upacara akan diperbaiki, sementara fasilitas olahraga yang ada tetap diaman­kan. Lapangan tenis dipastikan tetap dipertahankan, sedangkan pembangunan GOR bulu tangkis menjadi kewenangan Dispora dan direncanakan dipindahkan ke Stadion Maulana Yusuf.

Penataan juga menyasar Mo­numen Perjuangan di kawasan Alun-alun. Monumen tersebut akan diperbaiki dan dikemas ulang agar memiliki nilai ikonografi yang lebih kuat dengan menampilkan ornamen khas Kota Serang. 

“Monumen Perjuangan akan diperbaiki dan dikemas ulang agar menjadi ikon Kota Serang. Dari hasil perencanaan DLH, konsepnya akan menampilkan ornamen khas Kota Serang, se­hingga diharapkan menjadi daya tarik baru,” ujarnya.

Selain itu, kawasan Alun-alun akan diintegrasikan dengan ka­wasan Royal Baru. Royal dirancang sebagai pusat aktivitas, sementara Alun-alun berfungsi sebagai kawasan pendukung. Perencanaan lama akan disambungkan dengan desain baru, baik dari sisi barat maupun timur, dengan tetap memperhatikan batas kewenangan masing-masing OPD.

Dari sisi pendanaan, seluruh anggaran bersumber dari APBD Kota Serang dengan nilai sekitar Rp48,5 miliar. Pelaksanaan pembangunan ditargetkan dimulai setelah proses lelang rampung, dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar delapan bulan.

Sementara itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi menegaskan bahwa Alun-alun Kota Serang merupakan simbol kota sekaligus ruang publik strategis yang masuk dalam agenda penataan sesuai visi dan misinya. “Alun-alun dan kawasan Royal saya dorong menjadi ikon Kota Serang. Ke depan akan diisi berbagai event hiburan dan wisata sebagai bagian dari penguatan wajah ibu kota Provinsi Banten,” ujarnya. (ald)

Sumber: