Lelang Pembangunan Alun-alun Dijadwalkan Maret
Gapura Alun-alun Kota Serang sebagai penanda ruang publik di pusat Kota Serang. (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemkot Serang memastikan proyek pembangunan dan revitalisasi Alun-alun Kota Serang akan memasuki tahap lelang pada Maret 2026. Saat ini, proyek tersebut berada pada tahap akhir persiapan setelah melalui koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang, Iwan Sunardi, menyatakan kesiapan proyek sudah matang. Revitalisasi Alun-alun merupakan program mandatori yang pengelolaannya melibatkan beberapa OPD, di antaranya sebelumnya berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sementara sebagian sarana dan prasarana menjadi kewenangan Dispora.
“Secara perencanaan dasar sebenarnya sudah ada. Saat ini kami fokus pada pematangan tahapan sebelum masuk lelang fisik,” ujarnya, Rabu (7/1).
Ia menjelaskan, DPUPR mendahulukan lelang konsultan pengawasan karena membutuhkan waktu lebih panjang. Setelah konsultan ditetapkan, lelang pekerjaan fisik akan dilakukan secara paralel.
Hasil koordinasi dengan DLH dan Dispora turut menghasilkan penyesuaian konsep penataan kawasan. Lapangan upacara akan diperbaiki, sementara fasilitas olahraga yang ada tetap diamankan. Lapangan tenis dipastikan tetap dipertahankan, sedangkan pembangunan GOR bulu tangkis menjadi kewenangan Dispora dan direncanakan dipindahkan ke Stadion Maulana Yusuf.
Penataan juga menyasar Monumen Perjuangan di kawasan Alun-alun. Monumen tersebut akan diperbaiki dan dikemas ulang agar memiliki nilai ikonografi yang lebih kuat dengan menampilkan ornamen khas Kota Serang.
“Monumen Perjuangan akan diperbaiki dan dikemas ulang agar menjadi ikon Kota Serang. Dari hasil perencanaan DLH, konsepnya akan menampilkan ornamen khas Kota Serang, sehingga diharapkan menjadi daya tarik baru,” ujarnya.
Selain itu, kawasan Alun-alun akan diintegrasikan dengan kawasan Royal Baru. Royal dirancang sebagai pusat aktivitas, sementara Alun-alun berfungsi sebagai kawasan pendukung. Perencanaan lama akan disambungkan dengan desain baru, baik dari sisi barat maupun timur, dengan tetap memperhatikan batas kewenangan masing-masing OPD.
Dari sisi pendanaan, seluruh anggaran bersumber dari APBD Kota Serang dengan nilai sekitar Rp48,5 miliar. Pelaksanaan pembangunan ditargetkan dimulai setelah proses lelang rampung, dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar delapan bulan.
Sementara itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi menegaskan bahwa Alun-alun Kota Serang merupakan simbol kota sekaligus ruang publik strategis yang masuk dalam agenda penataan sesuai visi dan misinya. “Alun-alun dan kawasan Royal saya dorong menjadi ikon Kota Serang. Ke depan akan diisi berbagai event hiburan dan wisata sebagai bagian dari penguatan wajah ibu kota Provinsi Banten,” ujarnya. (ald)
Sumber:

