BJB NOVEMBER 2025

SDN Jambe II Kembali Aktifkan Kegiatan Rohani Siswa

SDN Jambe II Kembali Aktifkan Kegiatan Rohani Siswa

SALAT DUHA: SDN Jambe II, akan kembali mengaktifkan kegiatan rohani setelah sempat libur panjang Nataru.(Randy/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — SDN Jambe II, kecamatan Jambe, Kabupa­ten Tangerang, akan kembali meng­aktifkan berbagai kegiatan keagamaan. Kegiatan tersebut meliputi Salat Duha berjamaah, mengaji Al Qur’an, serta sejum­lah aktivitas rohani lainnya.

Melalui pengaktifan kembali salat duha berjamaah, mengaji, dan kegiatan rohani lainnya usai libur panjang Nataru, SDN Jambe II berharap dapat me­numbuhkan kembali semangat belajar siswa sekaligus mem­perkuat pembinaan karakter religius sebagai bekal mereka di masa depan.

Kepala SDN Jambe II Yuhnadi mengatakan, pengaktifan kem­bali kegiatan rohani ini me­rupakan langkah penting untuk mengembalikan rutinitas positif siswa setelah masa libur pan­jang. Menurutnya, kegiatan keagamaan memiliki peran besar dalam membentuk ke­disiplinan dan karakter spiritual anak sejak usia dini.

“Setelah libur panjang Nataru, kami ingin mengajak seluruh siswa kembali pada kebiasaan-kebiasaan baik di sekolah. Salah satunya dengan mengaktifkan kembali salat duha berjamaah, kegiatan mengaji, dan aktivitas rohani lainnya,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Senin (5/1).

Yuhnadi menjelaskan, Salat Duha berjamaah akan dilaksa­nakan secara rutin dan diikuti oleh seluruh siswa dengan pen­dampingan guru. Selain itu, kegiatan mengaji juga kem­bali dijadwalkan untuk me­ningkatkan kemampuan mem­baca Al Qur’an sekaligus me­nanamkan kecin­taan siswa ter­hadap nilai-nilai keagamaan. “Kegiatan ini bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi bagian dari proses pendidikan karakter. Kami ingin siswa tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan keimanan yang kuat,” pa­parnya.

Menurut Yuhnadi, kegiatan rohani di sekolah juga menjadi sarana untuk menciptakan sua­sana belajar yang lebih te­nang, nyaman, dan kondusif. Dengan suasana religius, diha­rapkan siswa dapat lebih fokus dalam mengikuti kegiatan pem­belajaran di kelas.

“Kami meyakini bahwa ling­kungan sekolah yang religius akan berdampak positif pada sikap dan perilaku siswa. Anak-anak akan lebih terbiasa bersi­kap sopan, disiplin, dan saling menghormati,” ungkapnya.

Ia juga menekankan penting­nya peran guru dalam men­dam­pingi dan memberikan teladan kepada siswa selama kegiatan rohani berlangsung. Keterlibatan guru, menurutnya, menjadi kunci agar kegiatan ini berjalan secara konsisten dan memberikan man­faat nyata.(ran)

Sumber: