SDN Jambe II Kembali Aktifkan Kegiatan Rohani Siswa
SALAT DUHA: SDN Jambe II, akan kembali mengaktifkan kegiatan rohani setelah sempat libur panjang Nataru.(Randy/Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — SDN Jambe II, kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, akan kembali mengaktifkan berbagai kegiatan keagamaan. Kegiatan tersebut meliputi Salat Duha berjamaah, mengaji Al Qur’an, serta sejumlah aktivitas rohani lainnya.
Melalui pengaktifan kembali salat duha berjamaah, mengaji, dan kegiatan rohani lainnya usai libur panjang Nataru, SDN Jambe II berharap dapat menumbuhkan kembali semangat belajar siswa sekaligus memperkuat pembinaan karakter religius sebagai bekal mereka di masa depan.
Kepala SDN Jambe II Yuhnadi mengatakan, pengaktifan kembali kegiatan rohani ini merupakan langkah penting untuk mengembalikan rutinitas positif siswa setelah masa libur panjang. Menurutnya, kegiatan keagamaan memiliki peran besar dalam membentuk kedisiplinan dan karakter spiritual anak sejak usia dini.
“Setelah libur panjang Nataru, kami ingin mengajak seluruh siswa kembali pada kebiasaan-kebiasaan baik di sekolah. Salah satunya dengan mengaktifkan kembali salat duha berjamaah, kegiatan mengaji, dan aktivitas rohani lainnya,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Senin (5/1).
Yuhnadi menjelaskan, Salat Duha berjamaah akan dilaksanakan secara rutin dan diikuti oleh seluruh siswa dengan pendampingan guru. Selain itu, kegiatan mengaji juga kembali dijadwalkan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al Qur’an sekaligus menanamkan kecintaan siswa terhadap nilai-nilai keagamaan. “Kegiatan ini bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi bagian dari proses pendidikan karakter. Kami ingin siswa tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan keimanan yang kuat,” paparnya.
Menurut Yuhnadi, kegiatan rohani di sekolah juga menjadi sarana untuk menciptakan suasana belajar yang lebih tenang, nyaman, dan kondusif. Dengan suasana religius, diharapkan siswa dapat lebih fokus dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas.
“Kami meyakini bahwa lingkungan sekolah yang religius akan berdampak positif pada sikap dan perilaku siswa. Anak-anak akan lebih terbiasa bersikap sopan, disiplin, dan saling menghormati,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran guru dalam mendampingi dan memberikan teladan kepada siswa selama kegiatan rohani berlangsung. Keterlibatan guru, menurutnya, menjadi kunci agar kegiatan ini berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat nyata.(ran)
Sumber:

