BJB NOVEMBER 2025

SMPN 2 Curug Ingatkan Siswa Patuhi Aturan Sekolah

SMPN 2 Curug Ingatkan Siswa Patuhi Aturan Sekolah

ATURAN SEKOLAH: SMPN 2 Curug minta siswa untuk bisa kembali mematuhi aturan sekolah yang telah ditetapkan saat masuk ke sekolah.(Randy/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — SMPN 2 Curug, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, mengingatkan selu­ruh peserta didik untuk kembali mematuhi tata tertib sekolah saat masuk kembali ke sekolah usai masa libur. Pihak sekolah mene­gaskan, siswa wajib menjaga ke­rapihan, mulai dari rambut yang rapi serta datang tepat waktu.

SMPN 2 Curug berharap, seluruh siswa dapat kembali menjalani aktivitas belajar dengan tertib, disiplin, dan penuh semangat, sehingga tercipta lingkungan se­kolah yang kondusif dan mendu­kung peningkatan prestasi aka­demik maupun pembentukan karakter siswa.

Kepala SMPN 2 Curug Purwa­ningsih mengatakan, penegakan kedisiplinan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam mem­bentuk karakter siswa. Hal ini agar siswa juga terbiasa hidup tertib, disiplin, dan bertanggung jawab, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

“Setelah libur sekolah, kami mengingatkan kembali kepada seluruh siswa agar memperhatikan kerapihan diri. Rambut harus rapi sesuai aturan sekolah, kuku harus pendek dan bersih, serta seragam dikenakan dengan rapi dan lengkap. Ini adalah aturan dasar yang harus dipatuhi oleh seluruh siswa,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Minggu (4/1).

Purwaningsih menegaskan, ke­rapihan bukan sekadar soal penampilan, tetapi juga mencer­minkan sikap disiplin dan kesiap­an siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Menu­rutnya, siswa yang rapi dan disiplin akan lebih mudah fokus dalam belajar.

“Kerapihan adalah cerminan dari kedisiplinan. Jika sejak awal siswa sudah dibiasakan untuk tertib dalam hal kecil seperti pe­nampilan, maka hal tersebut akan berdampak positif pada sikap dan perilaku mereka dalam be­lajar,” paparnya.

Selain kerapihan, Purwaningsih juga menekankan pentingnya ketepatan waktu. Ia mengingatkan agar siswa tidak datang terlambat ke sekolah, karena keterlambatan dapat mengganggu proses belajar mengajar dan merugikan siswa itu sendiri. “Kami juga meng­ingatkan siswa agar datang ke sekolah tepat wak­tu. Jangan sam­pai ada yang terlam­bat. Ketepatan waktu adalah ba­gian dari kedisip­linan yang harus ditanamkan sejak dini. De­ngan datang tepat waktu, siswa bisa mengikuti pela­jaran dengan maksimal,” katanya.

Purwaningsih menambahkan, pihak sekolah akan terus mela­kukan pembinaan dan peng­awas­an terhadap kedisiplinan siswa, terutama pada hari-hari awal masuk sekolah setelah libur. Guru dan wali kelas akan berperan aktif dalam mengingatkan serta mem­bimbing siswa agar mema­tuhi tata tertib yang telah dite­tapkan.

“Kami tidak hanya menegur, tetapi juga membina. Guru-guru akan terus memberikan arahan dan contoh kepada siswa. Tujuan­nya agar siswa memahami bahwa aturan sekolah dibuat untuk ke­baikan mereka sendiri,” tuturnya.(ran)

Sumber: