BJB NOVEMBER 2025

Karang Taruna Mauk Hijaukan TPA Jatiwaringin

Karang Taruna Mauk Hijaukan TPA Jatiwaringin

TANAM POHON: Karang Taruna Kecamatan Mauk menggelar aksi menanam 1.000 bibit pohon di kawasan TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Rabu (31/12).-Karang Taruna Kecamatan Mauk-Tangerang Ekspres

TANGERANGEKSPRES.ID, MAUK — Upaya pelestarian lingkungan terus digalakkan di wilayah Kabupaten Tangerang. Kali ini, Karang Taruna Kecamatan Mauk menggelar aksi dengan mendistribusikan dan menanam 1.000 bibit pohon di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Rabu (31/12).

Aksi yang mengusung semangat ’Aksi Cinta Bumi’ ini merupakan inisiasi perdana pengurus Karang Taruna Kecamatan Mauk. Ribuan bibit pohon tersebut diperoleh melalui kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Mauk Abdul Haer menjelaskan, pemilihan lokasi TPA Jatiwaringin bertujuan untuk menciptakan sabuk hijau (green belt) dan mengurangi dampak polusi.

”Jenis pohon yang kami tanam meliputi Sengon, Pucuk Merah, Ketapang Kencana, Alpukat, Mahoni, hingga Petai,” ujar Abdul Haer saat dikonfirmasi setelah kegiatan.

Ia menambahkan, dari total 1.000 bibit, sebanyak 30 hingga 50 pohon dengan ketinggian sekitar 2 meter, seperti Ketapang Kencana, ditanam langsung di bahu jalan dan bantaran TPA Jatiwaringin sebagai simbolis awal.

”Sisanya, kami distribusikan ke 12 wilayah, yang terdiri dari 11 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Mauk. Masing-masing Karang Taruna Desa mendapatkan sekitar 50 bibit pohon untuk ditanam di wilayah mereka sendiri,” tambah pria yang juga menjabat Direktur Operasi Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja ini.

Ia menambahkan, Karang Taruna Kecamatan Mauk sudah melakukan sounding dan koordinasi dengan pihak UPT TPA Jatiwaringin.

Pihaknya tidak ingin hanya menanam, tetapi juga memastikan pohon-pohon ini tumbuh. Ini adalah bentuk kontribusinya untuk membantu lingkungan sekitar TPA agar lebih asri.

Aksi ini rencananya akan terus berlanjut ke tahap berikutnya sebagai komitmen jangka panjang pemuda Mauk dalam menjaga ekosistem lokal. (zky)

Sumber: