BJB NOVEMBER 2025

Disperkimta Targetkan Bangun 329 Rumah

Disperkimta Targetkan Bangun 329 Rumah

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan didampingi Kepala Disperkimta Aries Kurniawan berbincang dengan penerima manfaat bedah rumah Ayanah di Serua Indah, Ciputat akhir 2025 lalu. -Miladi Ahmad/Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, SERPONG — Dinas Peru­ma­han Rakyat, Kawasan Per­mukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangsel tahun ini targetkan akan mem­bangun 329 rumah dalam pro­gram rumah umum tidak layak huni (RUTLH).

Pembangunan rumah ter­sebut terus dilakukan untuk melanjutkan program yang sudah berjalan sejak sejak 2012. Kepala Disperkimta Ko­ta Tangsel Aris Kurniawan mengatakan, tahun ini pihak­nya akan membangun 329 rumah dan harus tuntas.

Pembangun 329 rumah ter­sebut harus selesai tahun ini dan program tersebut masuk dalam APBD murni 2026. ”Pem­bangunan bedah rumah ini tersebar di 7 kecamatan yang ada di Kota Tangsel,” ujarnya kepada TANGERANGEKSPRES.ID, Selasa (6/1).

Aris menambahkan, dari rencana 329 rumah yang akan dibangun paling banyak ber­ada di Kecamatan Pondok Aren dan ini berdasarkan usu­lan dari Musrenbang Keca­matan.

”Ada beberapa persyaratan rumah yang dapat dibedah. Seperti, struktur bangunan tidak memenuhi syarat kesela­matan bangunan, belum ter­dapat sanitasi yang layak dan lencahayaan dan sirkulasi udara yang kurang baik,” tam­bahnya.

Menurutnya, syarat lainnya adalah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau domisili daerah, berkeluarga, berpeng­hasilan dibawah upah mini­mum kota. Kemudian diuta­makan berusia paling rendah 50 tahun, memiliki tempat tinggal tetapi tidak layak huni, tanah yang digunakan sebagai tempat tinggal merupakan tanah hak milik atau dikuasai paling luas 120 meter persegi.

”Tidak tercatat sebagai pene­rima bantuan dari pihak ma­napun, dan diusulkan oleh Ketua Rukun Tetangga dan Ketua Rukun Warga dengan persetujuan lurah dan camat ” jelasnya.

Aris menuturkan, saat ini pihaknya sedang melakukan tahap pengumpulan data dan akan dilanjutkan dengan veri­fikasi. ”Dari tahun 2012 hingga 2025 kita sudah membangun 2.901 unit rumah dalam pro­gram bedah rumah,” tuturnya.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan perbaikan RUTLH dilakukan secara swakelola bersama dengan Badan Ke­swa­dayaan Masyarakat (BKM). ”Tentunya BKM yang terlibat yang ada di tiap kelurahan lokasi penerima bantuan sosial tersebut,” tutupnya. (bud)

Sumber: