Kenaikkan Harga BBM Belum Pasti
JAKARTA, TANGERANGEKSPRES.CO.ID,--harga BBM belum naik dalam pekan ini. Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah tengah menyusun skema penyesuaian harga BBM. Sebelumnya santar beredar kabar bahwa pemerintah bakal mengumumkan kenaikan harga BBM pekan ini. Pengurangan subsidi mempertimbangkan nilai subsidi dan kompensasi energi yang cukup besar. Yaitu mencapai Rp 502 triliun dan bisa meningkat lebih dari Rp 550 triliun pada akhir 2022 ini. Luhut mengatakan pemerintah saat ini tengah menyusun skema penyesuaian harga untuk mengurangi beban subsidi dan kompensasi energi atau BBM itu. Dia mengatakan pemerintah akan memperhitungkan rencana kenaikan harga BBM dengan sangat hati-hati. Dia menjelaskan perubahan kebijakan subsidi dan kompensasi energi nantinya mempertimbangkan beberapa faktor. Diantaranya adalah tingkat inflasi, kondisi fiskal, dan juga pemulihan ekonomi. Beberapa pertimbangan itu penting, supaya tetap bisa menjaga stabilitas negara di tengah ketidakpastian global. ’’Anggaran subsidi dan kompensasi energi nantinya dapat dialihkan untuk sektor lain yang lebih membutuhkan,’’ katanya. Selain itu masyarakat kurang mampu dipastikan tetap mendapatkan manfaat program kompensasi dari pemerintah. Di tengah rencana kenaikan harga BBM tersebut, Luhut mengatakan pemerintah memastikan pasokan Pertamina untuk Pertalite dan Solar tetap lancar pendistribusiannya. Terpisah, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menuturkan, Pertamina masih menunggu arahan dari pemerintah. Mengingat kewenangan penyesuaian harga BBM subsidi sepenuhnya ada di tangan pemerintah. ‘’Sementara kami masih menunggu arahan dari pemerintah, karena penetapan harga merupakan kewenangan dari regulator,’’ ujarnya kepada Jawa Pos, kemarin (21/8). Meski begitu, sebagai badan usaha yang diamanahkan untuk menyalurkan BBM bersubsidi, Pertamina terus memastikan stok Pertalite dan Solar dalam kondisi aman. Pihaknya juga menjamin seluruh proses distribusi dilakukan dengan maksimal. Sejauh ini, Irto menjelaskan, pertumbuhan ekonomi dan kegiatan ekonomi masyarakat berdampak pada meningkatnya kebutuhan energi masyarakat. Akibatnya, konsumsi BBM pun melonjak. ‘’Rata-rata konsumsi harian BBM nasional di tahun 2022 ini sudah lebih tinggi dibandingkan konsumsi normal harian sebelum pandemi ditahun 2019. Untuk mengantisipasi tingginya permintaan, kami akan pastikan stok dalam kondisi aman dan distribusi ke SPBU akan kami maksimalkan,’’ jelas Irto. Dia melanjutkan, ketahanan stok untuk Pertalite dan Solar sangat aman. Per 19 Agustus stok tercatat ada di atas 19 hari. Proses produksi juga terus dilakukan. Sementara untuk proses distribusi dan kondisi stok di SPBU juga akan terus dimonitor secara real time melalui Pertamina Integrated Command Centre (PICC). Sehingga SPBU yang stoknya sudah ada pada batas minimal dapat segera disuplai kembali. ‘’Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Kami mengimbau masyarakat agar tetap membeli BBM sesuai dengan kebutuhan,’’ lanjutnya. Meski begitu, pemerintah mengimbau agar masyarakat khususnya golongan mampu bisa lebih bijaksana. Menteri ESDM Arifin Tasrif memintakepada masyarakat yang mampu untuk tidak lagi membeli BBM Bersubsidi yang memang bukan peruntukannya. ‘’Pemerintah terus berupaya agar masyarakat tidak kekurangan bahan bakar. BBM bersubsidi seperti pertalite itu hakikatnya untuk membantu masyarakat yang daya belinya itu belum cukup, nah jangan sampai yang sudah cukup tetapi membeli pertalite,’’ jelas Arifin.(jpg)
Sumber: