SOLEAR – Puluhan warga Desa Munjul, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang melakukan aksi demonstrasi dengan menutup galian tanah yang sedang dikerjakan di wilayahnya. Aksi penutupan lahan galian tanah dengan memblokir area masuk galian tanah, sambil membentangkan spanduk tentang Peraturan Bupati (Perbup) Tangerang Nomor 47 tahun 2018, tentang pembatasan waktu operasional kendaraan truk tambang. Aksi ini dipicu karena warga sudah mengeluhkan aktivitas galian yang mengganggu lingkungan sekitar. Koordinator aksi penutupan galian tanah Ade Sempurna, mengatakan, keberadaan galian tanah mengganggu lingkungan terutama di wilayah RT06, 07 dan 08 RW 04, Desa Munjul, Kecamatan Solear. Kata Ade, jika saat musim kemarau galian tanah merah tersebut dirasakan mengganggu pernapasan warga. Karena debu tanah merah ini berceceran di jalananan. Sedangkan memasuki musim penghujan seperti saat ini, tanah merah yang berceceran terkena air hujan di jalan raya menjadi licin. Hal tersebut menjadi penyebab utama kecelakaan bagi pengguna sepeda motor. “Warga khawatir terjadinya polusi udara yang mengakibatkan penyakit ISPA. Selain itu, bila hujan turun pasti ada saja sepeda mootor yang jatuh terpeleset karena licin. Kami berharap kepada pengusaha galian tanah untuk menutup galian tersebut," ungkap Ade, yang ditemui saat penutupan galian tanah tersebut. Ade maupun warga Solear berharap, kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tangerang, khususnya kepada pihak terkait bisa menindak tegas kepada pemilik galian tanah di Desa Munjul, Kecamatan Solear. Kata Ade, yang dirugikan dari galian tanah tersebut adalah warga. “Orang lain yang mendapatkan untuk besar, warga Solear yang mendapatkan imbas penyakitnya. Kami minta tutup saja galian tanah ini karena tidak membawa manfaatnya bagi masyarakat,” terang Ade, dengan nada kesal. Sementara itu, salah seorang warga Solear, Sujai, mengaku mendukung adanya gerakan menutup galian tanah. Kata Sujai, dirinya sempat menjadi korban tanah yang tercecer di jalan raya akibat truk yang membawa tanah. Meski ia sudah berhati-hati, licinnya jalan raya karena tanah merah membuat dirinya terjatuh. Akibatnya, selain sepeda motor miliknya rusak, Sujai mengalami luka yang sangat serius. Selain harus dibawa ke klinik, dirinya harus dipijat karena mengalami keseleo. “Galian tanah tersebut menyebabkan bahaya. Kalau tidak gangguan pernapasan, bisa menjadi faktor penyebab kecelakaan karena jalan raya yang licin,” tegas Sujai. Pantauan Tangerang Ekspres di lokasi galian tersebut, terdapat alat berat dan beberapa unit truk bertonase besar hilir-mudik. Umumnya, tanah yang dikeruk akan dikirim ke beberapa lokasi. (mas)
Warga Munjul Tutup Galian Tanah
Jumat 21-12-2018,03:28 WIB
Reporter : Redaksi Tangeks
Editor : Redaksi Tangeks
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 30-08-2026,22:18 WIB
Maulid Ajang Kenang Perjuangan Nabi
Minggu 30-08-2026,21:42 WIB
Sistem DTSN Dinamis BPS Picu Sengkarut Penyaluran Bansos
Minggu 30-08-2026,21:45 WIB
Pemkot Serang Masih Tunggu Regulasi Baru PPPK
Minggu 30-08-2026,21:33 WIB
Terindikasi Judol, 12.800 Penerima Bansos di Serang Diblokir
Minggu 30-08-2026,21:38 WIB
SMPN 4 Akan Direlokasi untuk Lahan Parkir, Alumni dan Komite Keberatan
Terkini
Senin 31-08-2026,02:10 WIB
60 Seconds to Tokyo: Rasakan Tokyo Lewat Kuliner Jepang di NEO+ Airport Jakarta
Minggu 30-08-2026,22:18 WIB
Maulid Ajang Kenang Perjuangan Nabi
Minggu 30-08-2026,22:15 WIB
Cegah Judol, Kapolresta Bagikan Nomor HP Pribadi
Minggu 30-08-2026,22:12 WIB
470 Anggota PMR Asah Keterampilan di Latgab PMI Mekar Baru
Minggu 30-08-2026,22:11 WIB