Para guru matematika dituntut untuk memperbaiki metodologi pembelajaran di kelas, menyusul anjloknya nilai Ujian Nasional (UN) matematika di jenjang SMP maupun SMA tahun ini. Pembelajaran matematika yang membuat siswa seperti mesin, sudah kuno dan harus ditinggalkan. Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unesa Prof Siti Maghfirotun Amin menuturkan sejak 2000 lalu di kampusnya sudah dikenalkan pendidikan matematika realistik Indonesia (PMRI). Melalui konsep PMRI itu, anak-anak diminta menyelesaikan soal berbentuk cerita dan dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari. Dalam mengerjakan soal tersebut, anak-anak dibebaskan menggunakan caranya sendiri-sendiri. Setelah itu baru sang guru membimbing dan mengarahkan ke konsep matematika formal. ’’Jadi ada ruang menumbuhkan kreativitas pada anak-anak. Selama ini anak-anak dilatih seperti jadi mesin,’’ katanya. Pada pembelajaran matematika yang umum berlaku saat ini, Siti mengatakan soalnya seperti ini maka mengerjakannya seperti ini. Guru tidak pernah memberikan penjelasan sehingga siswa ikut bernalar dalam menghadapi sebuah soal matematika. “Belajar matematika itu tidak seperti membaca resep,’’ katanya. Menurut Siti yang menjadi persoalan selama ini soal ujian pada umumnya adalah pilihan ganda. Pada soal jenis ini, bagaimana cara menalar dalam mengerjakan soal tidak diperlukan. Yang penting jawabannya tepat. Sehingga dalam pembelajaran sehari-hari, guru menerapkan cara singkat atau sering disebut smart solution. Padahal cara ini tidak menumbuhkan nalar peserta didik. Menjadi persoalan ketika tahun ini Kemendikbud memasukkan soal matematika yang menuntut siswa untuk bernalar. Siswa menjadi kebingungan untuk menjawab soal yang karib disebut higher order thinking skill (HOTS) itu. Ke depan Siti berharap guru harus paham cara mengaplikasikan konsep matematika sehingga dekat dengan persoalan sehari-hari siswa. “Matematika tidak disukai karena siswa tidak mengerti fungsinya. Opo… iki (apa ini, Red),’’ jelasnya. Sebaliknya ketika anak-anak disuguhkan dengan aplikasi matematika yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, maka anak-anak bisa menjadi senang terhadap pelajaran matematika.(jpg/bun)
Tinggalkan Cara Kuno Mengajar Matematika
Selasa 05-06-2018,05:40 WIB
Reporter : Redaksi Tangeks
Editor : Redaksi Tangeks
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 27-07-2026,21:51 WIB
Antisipasi Banjir dan DBD, Kades Kosambi Tantang Warga Kerja Bakti
Senin 27-07-2026,21:43 WIB
Penataan Kabel Semrawut, Jalan Hasyim Asy’ari Masuk Program, Pemkot Tangerang Surati Pemprov Banten
Senin 27-07-2026,21:00 WIB
Pembangunan Jalan Huntara Lebakgedong Lamban
Senin 27-07-2026,21:01 WIB
Waspadai Perundungan di Sekolah, Orang Tua Diminta Peka Terhadap Perubahan Perilaku Anak
Senin 27-07-2026,21:48 WIB
Dukung Visi Bupati Sediakan Sarana Publik, Kec. Sepatan Sediakan RTH dan Tempat Bermain Anak
Terkini
Senin 27-07-2026,21:54 WIB
Nomor 1 Capaian IHI di Provinsi Banten, Masuk Kategori Baik, Dapat Penilaian 6,58 Poin
Senin 27-07-2026,21:51 WIB
Antisipasi Banjir dan DBD, Kades Kosambi Tantang Warga Kerja Bakti
Senin 27-07-2026,21:48 WIB
Dukung Visi Bupati Sediakan Sarana Publik, Kec. Sepatan Sediakan RTH dan Tempat Bermain Anak
Senin 27-07-2026,21:47 WIB
Kecamatan Tigaraksa Terbanyak, Kab. Tangerang Diterjang 20 Kebakaran dalam Sehari
Senin 27-07-2026,21:43 WIB