KB Gratis, Pemkot Ajak Warga Pasang IUD

Kamis 20-08-2026,21:26 WIB
Reporter : Tri Budi Sulaksono
Editor : Endang Sahroni

TANGERANGEKSPRES.ID, PAMULANG — Layanan Keluarga Berencana (KB) gratis kembali digelar di Kecamatan Pamulang, Kamis (20/8). Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan layanan pemasangan alat kontrasepsi jangka panjang berupa implan dan Intrauterine Device (IUD).

Pejabat Fungsional Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana Ahli Muda pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangsel, Ketut Yeni Astuti mengatakan, pihaknya mengarahkan masyarakat untuk memilih metode kontrasepsi jangka panjang sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan reproduksi sekaligus mengatur jarak kehamilan.

“Layanan tadi berupa implan dan IUD. Kita fokus pada metode kontrasepsi jangka panjang,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Kamis (20/8).

Yeni menambahkan, program layanan KB tersebut tidak hanya dilakukan di satu lokasi. Pelayanan rutin menyasar sejumlah titik di tujuh kecamatan di Kota Tangsel, termasuk kelurahan, kecamatan, fasilitas kesehatan, praktik bidan, dan klinik yang menjadi mitra pelayanan.

Sepanjang 2026, layanan KB keliling tersebut telah menjangkau hampir 60 lokasi. Pelayanan dilakukan secara rutin setiap bulan dengan menyasar wilayah berbeda. Dalam setiap kunjungan, rata-rata terdapat sekitar 20 hingga 30 akseptor yang mendapatkan layanan pemasangan kontrasepsi. 

Minat masyarakat terhadap metode implan disebut lebih tinggi dibandingkan IUD. “Lebih banyak implan dibanding IUD karena masyarakat masih banyak yang takut dengan IUD. Mereka lebih memilih implan yang dipasang di lengan,” tambahnya.

Dalam salah satu kegiatan pelayanan di Pamulang, tercatat sebanyak 18 akseptor mendapatkan layanan implan, sementara 20 akseptor memilih menggunakan IUD.

Selain implan dan IUD, masyarakat sebenarnya masih memiliki sejumlah pilihan metode KB lainnya, seperti suntik dan pil KB. "Namun, tenaga kesehatan mendorong penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang karena dinilai dapat memberikan perlindungan lebih lama," jelasnya.

Melalui layanan gratis yang dilakukan secara rutin dan mendekatkan pelayanan ke masyarakat, program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilih metode kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan. (bud/esa)

Kategori :