Ratusan Siswa Mulai Adaptasi Usai Dimerger

Rabu 22-07-2026,20:00 WIB
Reporter : Aldi Alpian Indra
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Ratusan siswa SD Negeri 4 Kota Serang mulai beradaptasi dengan lingkungan belajar baru setelah penggabungan SD Negeri 4, SD Negeri 4 Kota Serang, dan SD Negeri 16 Kota Serang resmi diberlakukan pada tahun ajaran 2026/2027. Selain berganti nama sekolah, para siswa kini harus menyesuaikan diri dengan teman sekelas dan wali kelas yang baru.

Sebanyak 380 peserta didik dari tiga sekolah tersebut kini belajar di bawah satu manajemen dengan total 18 rombongan belajar (rombel). Untuk menciptakan pemerataan, pihak sekolah membagi siswa dari masing-masing sekolah asal ke setiap kelas sehingga komposisi peserta didik lebih seimbang.

Operator SD Negeri 4 Kota Serang, Dina Surya­ningtiyas mengatakan penataan rombongan belajar dilakukan sejak awal tahun ajaran. Langkah itu diambil agar jumlah siswa di setiap kelas lebih proporsional sekaligus mendukung proses pem­belajaran yang lebih efektif.

"Anak-anak yang tadinya dari sekolah masing-masing sekarang sudah dipetakan. Misalnya dari SD 4, SD 8, dan SD 16 dibagi rata ke setiap kelas. Awalnya memang ada yang belum mau karena ingin tetap bersama teman-temannya, tetapi sekarang sudah mulai menyesuaikan," ujarnya saat ditemui di SD Negeri 4 Kota Serang, Rabu (22/7).

Ia menjelaskan, setiap rombel saat ini diisi sekitar 20 hingga 23 siswa atau masih di bawah batas maksimal 27 siswa per kelas. Kondisi tersebut dinilai lebih ideal untuk mendukung proses belajar mengajar.

Meski demikian, proses penyesuaian tidak berlangsung tanpa kendala. Pada pekan pertama sekolah, sejumlah siswa masih kesulitan menerima perubahan karena harus berpisah dengan teman yang selama ini belajar bersama.

"Anak-anak ada yang menangis karena temannya pindah ke kelas lain. Mereka maunya tetap satu kelas seperti dulu. Tapi setelah diberikan pema­haman oleh guru, sekarang mereka mulai bisa menerima," katanya.

Menurut Dina, guru terus mendampingi para siswa selama masa transisi. Selain memberikan pemahaman di dalam kelas, sekolah juga memberi ruang bagi anak-anak untuk tetap berinteraksi dengan teman sekolah asal saat waktu istirahat sehingga proses pembauran berlangsung secara bertahap.

Penggabungan tiga sekolah tersebut merupakan kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang untuk meningkatkan efektivitas layanan pendidikan sekaligus mengatasi rendahnya jumlah peserta didik di masing-masing sekolah. Kini seluruh siswa dari ketiga sekolah resmi tercatat sebagai peserta didik SD Negeri 4 Kota Serang.

Sementara itu, Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri menegaskan proses adaptasi me­rupakan bagian dari tahapan merger yang telah dipersiapkan sejak awal. Menurutnya, peng­gabungan tiga sekolah dilakukan bukan hanya karena minimnya jumlah peserta didik, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas layanan pen­didikan. 

"Ini saya memastikan bahwa proses merger sekolah berjalan efektif. Dengan dikeluarkannya surat keputusan Pak Wali Kota, proses layanan yang lebih efektif dan efisien sedang kita lakukan," ungkapnya. (ald)

Kategori :