TANGERANGEKSPRES.ID, TIGARAKSA — Pemerintah Desa Pasir Nangka, Kecamatan Tigaraksa, terus menggencarkan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap penanganan sampah serta menjaga kebersihan lingkungan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga.
Pemerintah desa menilai persoalan sampah tidak bisa dianggap sepele. Penumpukan sampah yang tidak ditangani dengan baik dapat memicu berbagai permasalahan, mulai dari pencemaran lingkungan, penyumbatan saluran air yang berpotensi menyebabkan banjir, hingga menjadi sumber penyakit. Bahkan, tumpukan sampah juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
Karena itu, Pemerintah Desa Pasir Nangka terus mengajak masyarakat untuk membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya, melakukan pengelolaan sampah dengan baik, serta menjaga kebersihan lingkungan secara rutin. Warga juga diimbau agar tidak menjadikan lahan kosong sebagai lokasi pembuangan sampah liar yang dapat merusak lingkungan dan mengganggu kenyamanan masyarakat.
Kepala Desa Pasir Nangka, Syahroni, mengatakan bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat.
"Persoalan sampah adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah desa tidak akan mampu menyelesaikannya sendiri tanpa adanya kesadaran dan partisipasi dari masyarakat. Karena itu kami terus mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat, dan nyaman," ujar Syahroni, Kamis (3/7).
Menurutnya, membuang sampah sembarangan akan menimbulkan dampak yang besar apabila terus dibiarkan.
"Kita jangan menganggap sepele persoalan sampah. Sampah yang menumpuk bisa menyumbat saluran air sehingga menyebabkan banjir saat musim hujan. Selain itu juga menjadi sarang penyakit, menimbulkan bau tidak sedap, bahkan dalam kondisi tertentu dapat memicu terjadinya kebakaran. Semua itu tentu merugikan masyarakat sendiri," jelasnya.
Syahroni menegaskan, pemerintah desa akan terus melakukan sosialisasi dan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan agar kesadaran warga semakin meningkat.
"Kami tidak akan bosan memberikan imbauan kepada masyarakat. Edukasi akan terus kami lakukan karena perubahan perilaku membutuhkan proses. Harapan kami, masyarakat semakin memahami bahwa menjaga kebersihan bukan hanya untuk hari ini, tetapi demi kesehatan dan masa depan lingkungan yang lebih baik," katanya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak lagi membuang sampah di lahan kosong maupun lokasi yang bukan diperuntukkan sebagai tempat pembuangan sampah.
"Kami mengajak seluruh warga untuk menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan. Jangan jadikan tanah kosong sebagai tempat pembuangan sampah ilegal. Lingkungan yang bersih akan memberikan manfaat bagi semua orang, sedangkan lingkungan yang kotor akan membawa dampak buruk bagi seluruh masyarakat," tegas Syahroni.
Lebih lanjut, Syahroni mengapresiasi kegiatan Grebek Kebersihan yang rutin dilaksanakan sebagai salah satu upaya membangun budaya gotong royong dalam menjaga lingkungan.
"Melalui kegiatan Grebek Kebersihan, kami berharap kesadaran masyarakat terus tumbuh. Kegiatan ini bukan sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga membangun kepedulian bahwa kebersihan merupakan kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi ataupun kelompok tertentu. Jika seluruh warga memiliki kesadaran yang sama, saya yakin Desa Pasir Nangka akan menjadi desa yang semakin bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali," tutupnya. (ran)