Pemprov Banten Gandeng Industri Susun Program Pemberdayaan Masyarakat

Senin 29-06-2026,21:32 WIB
Reporter : Syirojul Umam
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemprov Banten tengah menyusun program pemberdayaan masyarakat. Langkah ini diharapkan mam­pu mengembangkan usaha sekaligus memperkuat keta­han­a­n pangan daerah.

Hal itu diungkapkan Guber­nur Banten, Andra Soni usai kunjungan kerja ke PT Cha­roen Pokphand Indonesia (CPI) Feedmill Balaraja, Kabu­paten Tangerang, Senin (29/6).

Peninjauan diawali dengan lokasi safety induction, dilan­jutkan ke lokasi sampling ba­han baku, discipline area sebagai pusat pengendalian proses produksi, hingga area finished product sebelum di­distribusikan ke berbagai daerah.

Andra Soni mengatakan, kunjungan tersebut meru­pakan bagian dari upaya Pem­­prov Banten mempelajari ekosistem industri peternakan yang telah terbangun secara terintegrasi. Pengalaman dan praktik baik dari dunia industri dapat men­jadi referensi dalam me­nyusun program pember­dayaan ma­syarakat yang lebih efektif.

"Kami ingin menumbuhkan jiwa entrepreneur masyarakat, khususnya kelompok keluarga kurang mampu, agar bisa keluar dari kemiskinan melalui usaha peternakan," katanya.

Menurutnya, Provinsi Banten memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor pe­ternakan karena didukung sedikitnya 14 pabrik pakan ternak yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri perunggasan nasional. Keberadaan industri tersebut tidak hanya mendukung pro­gram ketahanan pangan, tetapi juga menggerakkan berbagai sektor ekonomi, mulai dari petani jagung, petani padi sebagai pemasok dedak, hing­ga peternak unggas.

"Harusnya warga Banten tidak boleh gagal beternak. Ahlinya ada di sini, pakannya diproduksi di sini, bahkan pasarnya juga sudah tersedia. Tinggal bagaimana kita mem­bangun kolaborasi agar ma­syarakat bisa ikut tumbuh bersama industri," ungkapnya.

Ia menegaskan, Pemprov Banten tengah merancang program pemberdayaan ma­syarakat yang tidak lagi ber­orientasi pada bantuan sosial semata, melainkan mendorong lahirnya pelaku usaha baru di sektor peternakan.

Melalui pola kemitraan, ma­syarakat akan memperoleh pendam­pingan, akses bibit ayam (day old chick/DOC), pakan, hingga kepastian pasar sehingga usa­ha yang dijalan­kan dapat berkembang secara ber­ke­lanjutan.

Selain itu, ia juga mengajak seluruh pelaku industri untuk membangun komunikasi de­ngan pemerintah daerah. Me­nurutnya, pemerintah ber­komitmen memberikan pelayanan terbaik guna men­ciptakan iklim investasi yang kondusif sekaligus memper­luas manfaat industri bagi masyarakat.

"Kalau ada kendala pelayan­an dari pemerintah, jangan ragu untuk menyampaikan kepada kami. Kami ingin industri terus berkembang karena industri merupakan salah satu penggerak per­tumbuhan ekonomi sekaligus dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi ma­syarakat," tegasnya.

Sementara itu, Pimpinan PT Charoen Pokphand Indo­nesia Feedmill Balaraja Supar­man menjelaskan bahwa pa­brik di Balaraja mulai di­bangun pada 1992 dan ber­operasi sejak 1994. Selama lebih dari tiga dekade ber­operasi, perusahaan terus ber­kembang dengan dukung­an Pemerintah Provinsi Banten.

Menurut Suparman, Provinsi Banten menjadi salah satu wilayah strategis bagi per­usahaan karena memiliki rantai industri perunggasan yang lengkap, mulai dari pembibitan (breeding farm), produksi DOC, pabrik pakan ternak, budidaya ayam, rumah potong hewan unggas (RPHU), hingga industri makanan olahan yang seluruhnya ber­ada di wilayah Banten.

"Banten merupakan daerah yang paling lengkap bagi kami. Rantai industri kami sudah terintegrasi dari hulu hingga hilir sehingga siap mendukung pengembangan sektor peter­nakan di daerah," ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Nasir, mengatakan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha diharapkan mampu memperkuat program pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi petani dan peternak. Melalui kemitraan tersebut, kebutuhan bahan baku industri seperti jagung dan dedak diharapkan se­makin banyak dipenuhi oleh petani lokal.

Kategori :