TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Kantor Wilayah (Kanwil) Kemeterian Agama (Kemenag) Provinsi Banten mencatat, ada sekitar 275 Madrasah Aliyah (MA) swasta yang akan mengikuti program sekolah gratis milik Pemprov Banten. Ratusan sekolah tersebut akan menerima kuota sebanyak 10 ribu siswa sesuai dengan kemampuan Pemprov Banten.
Kabid Pendidikan Madrasah (Penmad) Kanwil Kemenag Banten, Hairul Umam, mengatakan bahwa berdasarkan data sementara, saat ini ada sekitar 275 MA swasta yang sanggup mengikuti program sekolah gratis. “Ini inisiatif Pemprov yang kami dukung penuh. Tugas Kemenag Banten memverifikasi data, menyalurkan informasi ke madrasah, dan memastikan komitmen sekolah gratis bagi siswa,” ujarnya, Kamis (25/6).
Ia menjelaskan, program sekolah gratis untuk MA ini akan diluncurkan pada Juli mendatang, bersamaan dengan tahun ajaran baru 2026-2027. Adapun tugas Kemenag pada tahap administrasi, yakni madrasah swasta yang ingin masuk program wajib mengajukan surat resmi ke Kanwil Kemenag Banten. “Tugas kami mendata mana saja madrasah yang siap mengikuti program,” ungkapnya.
Untuk memastikan keikutsertaan, kata Umam, Kemenag Banten mewajibkan setiap madrasah tanda tangan MoU bermaterai sebagai dokumen yang akan dijadikan landasan hukum. Adapun program ini tersebar di delapan kabupaten/kota yang ada di wilayah Banten, besaran biayanya di masing-masing daerah pun berbeda sesuai dengan petunjuk teknis dari Pemprov Banten.”Khusus wilayah Tangsel kuotanya lebih besar karena jumlah madrasah dan siswa di sana lebih banyak. Memang beda-beda biayanya antara Lebak, Pandeglang dengan Tangerang. Semuanya diatur di juknis masing-masing daerah agar adil,” tuturnya.
Ia menegaskan, syarat utamanya MA mengikuti program ini yakni tidak memungut SPP sepersen pun. Hal ini sesuai dengan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Banten dalam meningkatkan pemerataan akses pendidikan di tanah jawara.”SPP tidak boleh karena sudah dikasih semua oleh Pemprov Banten, kecuali kebutuhan pribadi siswa, seragam tetap ke siswa. Kalau SPP digratiskan,” ujarnya.
“Dengan SPP gratis, kami harap animo masyarakat ke madrasah swasta naik. Kemenag Banten ingin madrasah swasta sejajar dengan sekolah umum. Ini bentuk pemerataan pendidikan yang kami kawal,” tambahnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Jamaluddin, mengatakan Pemprov tengah mengkaji rata-rata biaya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) yang berkisar antara Rp150.000 hingga Rp200.000 untuk diambil nilai tengahnya untuk program sekolah gratis bagi Madrasah Aliyah.”Kita ambil yang margen nya tengah-tengah, tergantung kekuatan anggaran,” tuturnya.
Meski biaya pendidikan inti akan ditanggung pemerintah, para orang tua perlu memahami bahwa biaya personal masih menjadi tanggung jawab mandiri, seperti biaya seragam sekolah, ataupun kebutuhan pribadi lainnya.
“Minimal dua yang digratiskan yaitu biaya investasi dan biaya operasional, kalau personal baju olahraga masih, jadi tidak ada lagi SPP, uang semester, uang pangkal, uang ujian harus gratis. Kecuali yang menyangkut pribadi seperti ongkos,” ujarnya.
Lebih lanjut, saat ini pihaknya terus mengevaluasi PSG yang saat ini tengah berlangsung untuk SMA, SMK, SKh. Tujuan utama dari program ini adalah memastikan tidak ada anak di Banten yang putus sekolah karena kendala ekonomi.”Untuk masalah pembayaran sebelumnya itu sudah beres. Jadi pembayaran untuk Januari Februari itu terkait pengesahan anggaran, biasanya kita sahkan di Februari,” jelasnya.(mam)