Gubernur Komitmen Perkuat Integritas ASN

Rabu 17-06-2026,21:00 WIB
Reporter : Syirojul Umam
Editor : Sutanto

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Gubernur Banten, Andra Soni, mengaku ber­komitmen untuk terus me­ningkatkan integritas Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Banten. Langkah ini merupa­kan wujud nyata sesuai dengan visi Banten Maju Adil Merata Tidak Korupsi.

Hal ini diungkapkan Guber­nur Banten, Andra Soni dalam menghadiri Peluncuran Nasio­nal E-Learning ASN Berinteg­ritas KPK, di Gedung Lembaga Administrasi Negara Jl Veteran No.10, Jakarta, Rabu (17/6).

Dalam kesempatan ini Pem­prov Banten meraih  peng­hargaan yang masuk dalam 12 lembaga yang dinilai ber­hasil dalam piloting atau per­contohan E-Learning ASN Berintegritas KPK RI.

"Pemprov Banten dinilai berhasil dalam piloting E-Lear­ning ASN Berintegritas KPK," kata Andra.

Ia menjelaskan, sebanyak 1.363 ASN Pemprov Banten telah mengikuti E-Learning ASN Berintegritas, dari target awal hanya 1.000 ASN. Hal ini menunjukkan bahwa ASN Pemprov Banten berkomitmen untuk menjaga integritas, seperti yang terus digaungkan sejak Andra menjabat sebagai Gubernur Banten.

"Kemudian saya targetkan seluruh ASN Pemprov Banten untuk mengikuti E-Learning ASN Berintegritas," ungkapnya.

Dalam sambutannya, Ketua KPK RI Setyo Budiyanto, me­nga­takan bahwa peluncuran E-Learning ASN Berintegritas diikuti oleh ribuan ASN. Lang­kah ini merupakan momentum untuk terus meningkatkan integritas seluruh ASN yang ada di Indonesia.

"Ini momentum bagi kita semua untuk memperkuat integritas. Dulu integritas  ti­dak ada sekolahnya, sekarang kita sudah punya," katanya.

Ia memaparkan, dalam in­tegritas terdapat kualitas pelayanan publik dan birokrasi yang efektif dan efisien. Saat ini masyarakat memper­sep­sikan negara melalui pelayan­an ASN yang mereka temui setiap hari. 

"Ada 6,7 juta lebih ASN, me­reka harus hadir di kantor pe­layanan, ruang kelas pem­bentuk masa depan bangsa, puskesmas dan rumah sakit, serta perencanaan kebijakan dan pembangunan infra­struktur," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Wawan Wardhiana, E-Learning ASN Berintegritas merupakan wujud nyata komitmen KPK dalam mendorong trans­formasi pendidikan antiko­rupsi yang adaptif dan normatif. 

"Program ini untuk mem­perkuat kapasitas integritas asn secara luas," tuturnya.

E-learning ini membekali ASN untuk mengenali dan menghindari korupsi, pe­ngam­bilan keputusan etis, serta nilai-nilai antikorupsi. Se­banyak 12 lembaga telah menjadi  piloting/ per­con­toh­an. Yaitu Kementerian Aga­ma, Kementerian Perhu­bu­ngan, Kementerian Kese­hatan, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Komu­nikasi dan Digital, Pem­prov Jawa Timur,  Pemprov Jawa Tengah, Pem­prov Jawa Barat, Pemprov Banten, Daerah Istimewa Yogyakarta, Pemkot Bandung, dan Pemkot Yogyakarta.

"Hari ini adalah peluncuran secara nasional," ungkapnya.

Roh program e-learning adalah teknologi sebagai alat membangun karakter dan bu­daya integritas ASN, me­nanamkan nilai membentuk karakter dan memperkuat budaya antikorupsi, sebagai gerakan nasional.

Kategori :