Bedah Rumah Jadi Aspirasi Terbanyak

Minggu 14-06-2026,21:03 WIB
Reporter : Dani Mukarom
Editor : Andi Suhandi

TANGERANGEKSPRES.ID, RAJEG — Program bedah rumah masih menjadi salah satu aspirasi yang paling banyak disampaikan masyarakat kepada anggota DPRD Kabupaten Tangerang. Namun keterbatasan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) membuat seluruh kebutuhan tersebut tidak dapat direalisasikan secara bersamaan.

Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud mengungkapkan, kondisi rumah warga yang tidak layak huni, bahkan terancam roboh, menjadi perhatian serius yang terus didorong agar mendapat prioritas penanganan dari pemerintah daerah.

Politisi Golkar itu mengatakan, berbagai usulan pembangunan rutin diterima dari masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan sarana dan prasarana. Namun, menurutnya, kebutuhan bedah rumah menjadi salah satu program yang memiliki tingkat urgensi tinggi karena berkaitan langsung dengan keselamatan warga.

"Setiap waktu kami menerima aspirasi dari masyarakat. Ada yang mengusulkan bedah rumah, infrastruktur, maupun sarana dan prasarana lainnya. Semua usulan kami tampung, kemudian dilihat tingkat urgensinya. Kalau memang mendesak, tentu kami harapkan pemerintah bisa memprioritaskannya," kata Amud, Minggu (14/6).

Ia menjelaskan, kondisi rumah yang sudah tidak layak huni, nyaris roboh, hingga sebagian bangunannya telah ambruk menjadi pertimbangan utama dalam menentukan prioritas bantuan.

Menurut Amud, jumlah usulan bedah rumah yang masuk cukup banyak. Namun keterbatasan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) membuat seluruh kebutuhan tersebut tidak dapat direalisasikan secara bersamaan.

"Walaupun Kabupaten Tangerang merupakan daerah yang besar, pembangunan tidak mungkin dilakukan sekaligus dalam waktu yang sama. Karena itu setiap usulan harus melalui proses kajian untuk melihat mana yang paling mendesak," ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh aspirasi masyarakat akan tetap diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan pembangunan yang berlaku, mulai dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa dan kecamatan hingga masuk ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

"DPRD akan terus menampung aspirasi masyarakat. Kami juga meminta masyarakat bersabar karena pemerintah memiliki banyak program pembangunan yang harus diprioritaskan secara bertahap," katanya.

Salah satu bantuan bedah rumah yang baru-baru ini terealisasi berada di wilayah Rajeg Mulya. Amud mengungkapkan, bantuan tersebut diberikan kepada seorang perempuan lanjut usia berstatus janda yang tinggal di rumah dengan kondisi sangat memprihatinkan.

"Di Rajeg Mulya ada satu unit rumah yang kami dorong untuk mendapatkan bantuan. Pemiliknya seorang ibu yang sudah sepuh dan berstatus janda. Sebagian bangunan rumahnya bahkan sudah roboh, sehingga kami menilai kondisi tersebut memang harus menjadi prioritas untuk dibantu," ucapnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang terus memperluas program bedah rumah dengan menargetkan 1.000 unit setiap tahun.

Saat diwawancarai Tangerang Ekspres, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, program ini tidak hanya berfokus pada perbaikan hunian, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi warga.

Ia menyampaikan, program tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Menurutnya, sinergi ini menjadi langkah penting dalam mempercepat peningkatan kualitas hidup masyarakat.

"Alhamdulillah, program Bapak Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian PU, Kementerian Perumahan, juga Kementerian Dalam Negeri, serta program dari Pak Gubernur, semuanya sejalan dengan program Kabupaten Tangerang," ujar Bupati.

Ia menjelaskan, melalui program Bantuan Perumahan Berbasis Swadaya (BPBS), masyarakat menerima bantuan sebesar Rp20 juta untuk rehabilitasi rumah. Selain itu, terdapat pula dukungan lain seperti bantuan kredit usaha masyarakat dan berbagai program pemberdayaan ekonomi.

Menurut Bupati, Kabupaten Tangerang selama ini secara rutin menjalankan program bedah rumah setiap tahun. Pemerintah daerah menargetkan sekitar 1.000 rumah diperbaiki setiap tahun, bahkan jumlah tersebut kerap melampaui target.

"Setiap tahun kita rutin bedah rumah sekitar 1.000 unit. Belum lagi yang parsial melalui Perkim dan kecamatan, sehingga totalnya biasanya lebih dari 1.000 rumah yang dibangun atau direhabilitasi," jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa pembangunan rumah tidak hanya sebatas menyediakan tempat tinggal layak. Program ini juga dirancang agar warga dapat mengembangkan usaha dari rumah yang diperbaiki.

"Membangun rumah bukan hanya untuk tempat tinggal saja, tetapi juga agar masyarakat bisa beraktivitas, bisa menjalankan usaha, dan itu bagian dari meningkatkan kesejahteraan," katanya.

Sebagai pendukung program tersebut, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga memberikan bantuan ekonomi produktif kepada warga penerima manfaat. Bantuan tersebut meliputi ternak lele, bantuan pangan, hingga bibit dan benih melalui dinas terkait.

"Kita sudah bantu dari sisi ternak lele melalui dinas perikanan. Ada juga bantuan pangan, bibit, dan benih. Artinya program pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten ini semuanya untuk kepentingan masyarakat," tambahnya.

Bupati berharap program bedah rumah dapat terus ditingkatkan pada tahun mendatang. Namun, ia juga mengingatkan bahwa peningkatan program tersebut bergantung pada kondisi pendapatan daerah.

"Mudah-mudahan tahun depan kita bisa tingkatkan lagi jumlah bedah rumah. Doakan saja, kalau PAD kita meningkat dan tidak terganggu situasi global, insyaallah jumlahnya akan kita tambah lagi," katanya. (dan)

Kategori :