Dinkes Pantau Kesehatan Jemaah Haji

Selasa 02-06-2026,21:19 WIB
Reporter : Abdul Aziz Muslim
Editor : Endang Sahroni

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG —  Sebanyak 390 jemaah haji plus petugas yang tergabung dalam Kloter 1 asal Kota Tangerang telah tiba kembali di tanah air pada Selasa, 2 Juni 2026. Dinas Kesehatan Kota Tangerang akan melakukan pemantauan jemaah haji yang baru saja tiba di tanah air selama tiga Minggu kedepan, guna mencegah penyakit bawaan dari tanah suci, Saudi Arabia.

Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Tangerang, dr Yumelda Ismawir mengungkapkan, pi­haknya memastikan bahwa secara keseluruhan kondisi ke­sehatan para jemaah dalam keadaan baik, meskipun mayoritas mengalami gejala flu ringan akibat faktor kelelahan dan cuaca ekstrem di Arab Saudi. Namun, tiba di Asrama Haji Banten yang berlokasi di Jalan KH Hasyim Asyari, Kecamatan Cipondoh, Kota Tange­rang, tiga orang perlu mendapatkan perawatan serius. 

Namun demikian, Dua orang ditangani tim petugas kesehatan di asrama Haji Banten, dan satu orang langsung dirujuk ke RSUD Kota Tangerang.

Ia menegaskan, meski kondisi kesehatan secara keseluruhan menurun tidak ada penundaan kepulangan (pending) bagi jemaah yang kurang sehat tersebut. Seluruhnya tetap diterbangkan ke tanah air lantaran dinyatakan fit to fly oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Soekarno-­Hatta, untuk kemudian ditangani langsung oleh tim medis kota.

Berdasarkan data resmi yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Kota Tangerang, kata dr Imel, sapaan akrabnya, sebanyak 390 jemaah kloter 1, Banten asal Kota Tangerang terdiri dari, 169 Laki-laki dan 221 Perempuan. Satu orang meninggal dunia di Tanah Suci.

"Jemaah yang wafat di tanah suci satu orang atas nama Ibu Sa'ani, warga Kelurahan Kenang, Kecamatan Cipondoh. Wafat akibat sakit jantung satu minggu sebelum puncak musim haji," ungkap dr. Imel saat ditemui di lokasi penyambutan, Selasa 2 Juni 2026.

"Jemaah risiko tinggi (Risti) sebanyak 276 orang, karena mereka rata-rata lansia. Nah yang kondisi khusus, pengguna kursi roda ada 30 orang. Mereka langsung difasilitasi ambulans saat turun bus. Untuk jemaah yang butuh pengawasan khusus 11 orang. Penyakit terbanyak yang diderita Hipertensi, Jantung, Diabetes, dan Anemia," sambungnya.

Imel mengatakan, bahwa gejala batuk dan flu yang dialami banyak jemaah merupakan hal yang wajar.

"Faktor utamanya adalah kelelahan fisik karena jadwal yang padat, terutama setelah dari Arafah mereka langsung dijadwalkan pulang tanpa jeda istirahat yang cukup. Ditambah lagi faktor eksternal seperti cuaca panas, debu di sana, serta kurang minum," ujarnya.

Meskipun mayoritas jemaah hanya mengalami kelelahan biasa, lanjut dr Imel, ada tiga jemaah yang memerlukan perhatian medis khusus setibanya di Indonesia. Dari ketiga orang tersebut, satu jemaah harus langsung dirujuk ke RSUD Kota Tange­rang menggunakan ambulans yang telah disiagakan.

"Ada satu jemaah langsung kita rujuk ke RSUD Kota Tangerang, jemaah ini mengalami penurunan kondisi fisik karena riwayat komorbid komplikasi diabetes dan post-stroke. Sebelumnya, jemaah lansia ini sempat mendapatkan perawatan di ruang ICU saat ber­ada di Arab Saudi," ujar dr Imel.

"Nah kalau yang 2 jemaah dilakukan oobservasi, saat ini sedang menjalani observasi lebih lanjut di posko kesehatan (poli) embarkasi," sambungnya.

Imel menambahkan, jemaah haji asal Kota Tangerang setibanya di tanah air akan dilakukan pemantauan terkait kondisi kesehatannya selama tiga Minggu melalui petugas Puskesmas di wilayahnya masing-masing.

"Kita akan pantau melalui selama 3 minggu. Nah, apabila selama 3 minggu mereka ada keluhan, dia lapor ke Puskesmas, itu masih di dalam pengawasan kita. Misalnya ada penyakit-penyakit yang dia bawa dari sana misalnya, nah di situ akan kita ditindaklanjuti secara intensif," pungkasnya. (ziz/esa)

Kategori :