TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak mendorong pemerintah agar melakukan evaluasi secara menyeruh terhadap pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Adjidarmo setelah adanya seorang pasien ibu hamil meninggal akibat tidak dilayani.
Hal itu diungkapkan Regen Abdul Haris, Anggota Komisi lll DPRD Lebak di sela-sela Rapat Paripurna Pembahasan LKPJ Bupati Lebak di Ruang Rapat Paripurna DPRD Lebak, Rabu (22/4).
Menurut Regen, yang menjadi korban adalah warganya di Kecamatan Cibadak. Beberapa waktu lalu, warganya yang hamil dibawa ke RSUD Adjidarmo karena mengalami kontraksi mau melahirkan. Saat datang di RSUD, manajemen rumah sakit mengaku tidak dapat menangani warganya yang akan melahirkan dan harus dioperasi cesar. Karena, benang jahit untuk operasi cesar tidak ada. Sehingga, pasien tidak ditangani.
"Karena tidak ada benang jahit operasi, maka rumah sakit menyuruh keluarga pasien untuk dirujuk ke RS Banten, namun karena kondisi pasien sudah harus ditangani, di jalan saat menuju RS Banten anak dalam kandungan si ibu meninggal, dan hingga kini ibu si anak masih dalam perawatan akibat lelah dan stres," katanya.
Menurut Regen, hal yang sangat aneh, sekelas RSUD Adjidarmo untuk benang jahit saja tidak ada, dan dia meyakini banyak pasien yang tidak terlayani akibat ini.
"Bupati, ini merupakan masalah serius yang tidak bisa kita abaikan hingga menjadi kebiasaan, karena kesehatan adalah layanan dasar dan masyarakat berhak mendapatkannya," ujarnya di hadapan bupati.
Untuk itu, kata Regen, pemerintah harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen yang dinilai bobrok dan tidak mempunyai empati.
"Pelayanan buruk RSUD Adjidarmo ini sudah lama dikeluhkan, maka saya mewakili DPRD komisi lll yang membidangi kesehatan mendorong agar dilakukan perbaikan pelayanan," paparnya.
Bupati Lebak Moch Hasbi Jayabaya yang hadir dalam rapat paripurna menegaskan dirinya akan segera melakukan evaluasi dan menetapkan Dirut RSUD yang baru dalam waktu dekat ini.
"Iya saya sudah mendengar jika RSUD dalam beberapa hari lalu mengalami kekosongan benang jahit untuk tindakan operasi, sehingga mengganggu pelayanan," paparnya.
Hasbi berjanji akan segera melakukan evaluasi manajemen, terutama posisi dirut yang saat ini masih dijabat plt.
"Kita lihat saja nanti, setelah ada dirut baru," ucapnya. (fad)