RW Bebas Jentik DBD, Kesadaran Warga Jadi Kunci

Selasa 14-04-2026,21:37 WIB
Reporter : Tri Budi Sulaksono
Editor : Endang Sahroni

TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Program sertifikasi RW bebas jentik demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tangsel terus digenjot sebagai upaya pencegahan penyakit menular. Hingga Februari 2026, capaian program tersebut baru mencapai 50 persen dari total 764 RW yang ada.

Ketua Harian Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) DBD Kota Tangsel Subekti mengatakan, target 50 persen yang ditetapkan pada 2025 baru dapat terealisasi pada awal 2026. “Target tahun lalu 50 persen dari 764 RW, dan itu baru tercapai pada Februari 2026,” ujarnya kepada TANGERANGEKSPRES.ID, Selasa (14/4).

Subekti menambahkan, ke­terlambatan tersebut dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya awal pelaksanaan program yang terlambat serta fokus kegiatan yang sempat terbagi.

“Gerakan di masyarakat ju­ga belum maksimal, sehingga belum semua wilayah bi­sa terjangkau,” tambahnya.

Saat ini, sebanyak 392 RW telah tersertifikasi bebas jentik. Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan peningkatan hingga 60 persen.

“Artinya, masih ada sekitar 140 RW lagi yang harus disertifikasi tahun ini,” jelasnya.

Capaian program ini pun masih bervariasi di tiap wilayah. Kecamatan Pamulang menjadi yang tertinggi dengan capaian 100 persen atau 157 RW telah tersertifikasi. Sementara Kecamatan Serpong masih tergolong rendah, yak­ni sekitar 23,97 persen atau 29 RW dari total 121 RW.

“Kendala utamanya adalah membangun kesadaran dan kolaborasi semua pihak, baik masyarakat maupun pengembang,” ungkapnya.

Untuk mengejar target, pihaknya terus menggerakkan kader secara masif serta membentuk komunitas di tingkat masyarakat. Dukungan dari pemerintah daerah juga dinilai penting untuk meningkatkan partisipasi warga.

“Kami mendorong adanya dukungan dari wali kota agar masyarakat semakin termotivasi,” katanya.

Dalam jangka panjang, pemerintah menargetkan capaian 70 persen pada 2027, 80 persen pada 2028, hingga 100 persen pada 2030. Subekti juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi penyebaran DBD, terutama di mu­sim peralihan.

“Pencegahan paling efektif adalah melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas,” tutupnya. (bud)

Kategori :