Kemudian melakukan pemberdayaan terhadap RT, RW, tokoh masyarakat, dan komunikasi kesehatan lainnya, untuk ikut serta membantu memberikan sosialisasi tentang bahayanya BABS karena akan terkena penyakit.
"Membuat WC atau jamban ini anggarannya tidak kecil ya, butuh kerjasama pihak perusahaan agar mau membantu melalui CSR-nya. Kemudian nanti masyarakat juga kita berikan sosialisasi, edukasi tentang bahayanya BABS ini," ujarnya.
Kata Efrizal, diare merupakan penyakit yang sering dialami masyarakat apabila masih BABS, yang penyebaran virusnya melalui kotoran menempel pada tangan lalu ke makanan yang dimakannya.
"Yang paling memungkinkan seseorang terkena penyakit akibat BABS itu diare, karena kan kotoran itu dihinggapi lalat dan lalatnya pindah ke makanan yang dimakannya," tuturnya. (agm)